9 Tanda Covid-19 yang Kerap Tak Disadari
search

9 Tanda Covid-19 yang Kerap Tak Disadari

Zona Barat
Pasien corona-ilustrasi. Foto: Pixabay

Politeia.id -- Kasus penularan virus Covid-19 atau Corona di Indonesia terus mengalami peningkatan. Vrus asal Wuhan, China itu masih menjadi ketakutan banyak orang saat ini.

Bukan hanya karena belum ditemukan obatnya, namun gejala yang menyertai kadang bisa terdeteksi kadang pula tidak.

Banyak orang yang terjangkit virus Covid-19 tanpa gejala sehingga menjadi pasien dengan status orang tanpa gejala atau OTG. Tak jarang pula yang sudah terlihat gejalanya menjadi parah dan harus segera ditangani di rumah sakit.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, apakah Anda bisa terinfeksi Virus Corona tanpa disadari?

Ahli jantung di London Dr Dominic Pimenta mengatakan kepada Cosmopolitan, bahwa penderita Covid-19 bergejala ringan mencapai 80 persen.

"Kami semua mengetahui gejala khas Covid (demam tinggi, batuk kering) tetapi banyak pasien (hingga 80 persen) memiliki gejala yang sangat ringan atau tidak ada gejala sama sekali.

Ketika gejala benar-benar terjadi, demam dan batuk muncul pada sekitar 50 persen dan 60 persen pasien," ujarnya.

Menurut para ahli beberapa tanda bisa menjadi petunjuk bahwa Anda mungkin sudah terjangkit Covid-19.

1. Sakit kepala berulang

Menurut Dr Pimenta sebanyak 70 persen orang menderita sakit kepala akibat virus corona, tapi itu bukan gejala yang banyak dibicarakan orang.

Jika Anda biasanya menderita sakit kepala, Anda mungkin tidak memperhatikan perubahan apa pun.

Tetapi jika Anda bukan tipe orang yang selalu membawa sekotak Ibuprofen atau obat sakit kepala, itu mungkin berarti Anda perlu melakukan tes virus corona.

2. Lelah

Jika Anda merasa seperti satu minggu penuh terlewatkan karena kelelahan, itu bisa jadi merupakan tanda-tanda awal Covid-19. Namun kelelahan tidak terjadi sendiri, ada gejala Covid-19 lainnya yang menyertai.

Menurut studi yang diterbitkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), kelelahan adalah salah satu efek yang bertahan lama setelah seseorang terinfeksi Covid-19.

Studi itu menemukan bahwa 53 persen pasien mengatakan mereka berjuang melawan kelelahan sekitar 60 hari setelah mereka pertama kali menunjukkan tanda-tanda virus.

3. Sakit tenggorokan

Dengan sakit tenggorokan Anda bisa terkena flu. Tapi bisa juga menjadi tanda bahwa Anda terkena virus corona.

Faktanya, 52,9 persen penderita mengalami sakit tenggorokan.

4. Muntah dan diare

Gejala tersebut juga kurang banyak dibicarakan sebagai gejala Covid-19.

Sakit perut, mual dan diare bisa menjadi tanda-tanda virus corona, meski jarang terjadi sendiri. Hanya 4 persen orang didiagnosis muntah dan diare sebagai gejala tunggal tanpa gejala penyerta.

5. Flu yang parah

Dilansir Prevention, 27 Agustus 2020, menurut penelitian dari University of Texas ditemukan bahwa untuk setiap dua kasus flu, ada satu kasus Covid-19.

“Butuh waktu lebih lama untuk keluar ke daerah pedesaan jadi, jika Anda berada di sebuah pertanian pada musim dingin ini dan Anda menderita pilek, Anda mungkin baru saja masuk angin.

Jika Anda berada di New York City atau kota besar lainnya, Anda mungkin pernah terinfeksi Covid-19 dan tidak pernah menyadarinya,” kata Dr William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular dan dan profesor di Vanderbilt University School Kedokteran.

Schaffner mengatakan sulit untuk membedakan flu dari bentuk ringan Covid-19 tanpa tes, tergantung pada gejala yang dialami.

Tetapi flu biasanya tidak menyebabkan sesak napas, sakit kepala parah, atau gejala gastrointestinal.

6. Kehilangan indra penciuman atau pengecapan

Hilangnya bau dan rasa telah menjadi ciri utama Covid-19. Meskipun gejala ini tidak terjadi pada semua orang, pakar penyakit menular Dr Amesh A Adalja, MD, menunjukkan bahwa sekarang sangat terkait dengan virus corona baru.

Data awal dari American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS) menemukan bahwa, pada pasien Covid-19 yang kehilangan indra penciumannya, sebanyak 27 persen mengalami "perbaikan" dalam waktu sekitar tujuh hari. Sementara sebagian besar membaik dalam waktu 10 hari.

Anda juga dapat kehilangan indra ini untuk sementara waktu dengan kondisi pernapasan lainnya, seperti pilek, flu, infeksi sinus, atau bahkan dengan alergi musiman.

Tetapi para ahli mengatakan bahwa gejala tersebut dapat bertahan pada beberapa orang dan berlangsung selama berbulan-bulan setelah pulih dari Covid-19.

7. Kerontokan yang tak bisa dijelaskan

Anggota dari Survivor Corps (grup dukungan Facebook untuk orang-orang yang terjangkit Covid-19) berbicara tentang mengalami rambut rontok berbulan-bulan setelah pulih dari virus corona.

Dr Adalja mengatakan itu disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium dan dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kehamilan, stres ekstrem, penurunan berat badan, dan penyakit selain Covid-19.

Namun tak hanya kerontokan, menurut Dr Adalja Anda pasti juga akan mengalami gejala lainnya seperti batuk atau demam.

8. Kadang merasa sesak

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA telah menemukan bahwa orang dengan COVID-19 dapat mengalami efek samping virus, termasuk sesak napas.

"Kalau sudah begini, mungkin penyakit yang Anda alami sebelumnya sebenarnya adalah Covid," kata Dr Schaffner.

Jika terjadi demikian, Anda harus segera menghubungi dokter untuk dirujuk ke ahli paru.

9. Batuk yang tidak kunjung sembuh

Batuk yang berkepanjangan adalah gejala lain yang dilaporkan oleh orang-orang yang berpartisipasi dalam penelitian JAMA.

Dr Adalja mengatakan batuk yang terjadi adalah batuk kering artinya tidak ada dahak atau lendir.

Data dari CDC menemukan bahwa 43 persen orang yang menderita Covid-19 masih mengalami batuk 14 hingga 21 hari setelah dites positif. 

Tag:
comments