Di Balik Perjuangan Natalius Pigai: Saya hanya Anak Ayam di Belantara Jakarta
search

Di Balik Perjuangan Natalius Pigai: Saya hanya Anak Ayam di Belantara Jakarta

Zona Barat
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai membongkar alasan tak masuk dalam jajaran kepengurusan KAMI. Foto: Politeia.id/Arya Alexander

Politeia.id--Kosistensi Natalius Pigai mengadvokasi masalah Hak Asasi Manusia (HAM) mendapat perhatian Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tahun Ajaran 2020/2021 untuk Kelas XI, beberapa perjuangan Natalius diulas dalam buku setebal 30 halaman tersebut.

Hal itu diketahui Natalius saat mendatangi SMA Pengudi Luhur Brawijaya, Jakarta pada Juni 2020 lalu untuk menerim rapor anaknya yang mendapat ranking di sekolah tersebut.

"Ketika pihak sekolah berikan buku pelajaran Tahun Ajaran 2020/2021, puku pelajaran PPKn dalam kurikulum nasional mengulas tentang kegiatan saya dengan foto-foto saya," kata Natalius dalam keterangannya di Jakarta.

Melihat itu, Natalius mengaku kaget. Dia tak pernah menyangka perjuangannya di bidang HAM diulas sedemikian rupa dalam buku tersebut.

"Saya kaget karena saya bukan siapa-siapa. Saya hanya seorang anak ayam yang besar di belantara Jakarta, tapi seorang secara diam-diam berbisik ke telinga,“ jelas Natalius.

https://politeia.id/images/posts/1/2020/2020-12-14/daa3d7a6a4c6fe35d34930faae5cfa13.png

"Mayoritas orang Indonesia dalam kesunyian memperhatikanmu, ini sebuah legasi besar karena berjuta-juta generasi Indonesia akan diajarkan cara pikir, cara pandang, tindakan dan perbuatanmu yang patut dicontoh diteladani," imbuhnya.

Selamat Belajar Murid2 SMU seantero Nusantara. Tuhan memberkati kalian semua. I Love You All," tambah Natalius.

Siapa Natalius Pigai?

Dia merupakan mantan komisioner Komnas HAM periode 2012-2017.

Pria kelahiran Paniai, Irian Jaya, 28 Juni 1975 ini meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta pada 1999. Ia juga tercatat pernah mengikuti beberapa pendidikan nonformal, seperti Pendidikan Statistika di Universitas Indonesia, Pendidikan Peneliti di LIPI, dan Kursus Kepemimpinan di LAN.

Selain di Komnas HAM, Natalius juga aktif di beberapa organisasi kemanusiaan dan lingkungan hidup lainnya seperti PRD, PMKRI, WALHI, Kontras Rumah Perubahan, dan Petisi 28. Di tahun 1997, Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Mahasiswa Papua Internasional.

Sebelum menjabat sebagai anggota komisaris di Komnas HAM, Natalius pernah mengabdi di beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Yayasan Cindelaras dan Yayasan Sejati. Ia juga pernah menjadi staf khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di tahun 1999 – 2004.

Karier aktivisnya tidak hanya Ia tuangkan dalam aksi-aksi lisan. Natalius juga aktif menulis buku-buku dengan isu utama perjuangan HAM. Beberapa buku hasil karyanya antara lain:

Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Papua
Migrasi Tenaga Kerja Internasional
Anak Indonesia Teraniaya: Status Kewarganegaraan Anak TKI di Malaysia
Tenaga Kerja Penyandang Cacat
Kontroversi dan Rekam Jejak

Setelah purna tugas, Natalius terus memperjuangkan HAM dan kerap mengkritik Presiden Jokowi terkait masalah Papua.

 

Tag:

comments