PKS Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Usut 6 Pengikut Rizieq Ditembak Mati Polisi
search

PKS Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Usut 6 Pengikut Rizieq Ditembak Mati Polisi

Zona Barat
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera (dok. PKS)

Politeia.id--Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim pencari fakta terkait kasus penembakan enam pengikut pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab oleh petugas Polda Metro Jaya.

Mardani berpendapat, tewasnya enam pengikut Rizieq merupakan peristiwa kekejian yang luar biasa.

"Pak Jokowi harus bentuk Tim Pencari Fakta. Kejadian meninggalnya enam orang pengawal Habieb Rizieq semalam, shock dan luar biasa mengejutkan. Nyawa satu orang itu mahal sekali. Ini enam orang. Ini kejadian luar biasa," kata Mardani dalam keterangan yang diterima Politeia.id di Jakarta, Senin (7/12).

Menurut Mardani, setiap warga negara berhak mendapat keadilan. Dia mencontohkan pembentukan Tim Pencari Fakta untuk kasus kematian warga Papua.

"Satu kematian di Papua dibuatkan Tim Pencari Fakta, ini enam orang. Perlu segera diusulkan Tim Pencari Fakta. Semua mesti mengambil pelajaran dari kasus luar biasa ini,," tegasnya.

Selain meminta Jokowi menaruh perhatian terhadap kasus anak buah Rizieq, Mardani juga meminta agar Pemerintah tidak mengabaikan kasus korupsi yang dilakukan menteri Jokowi, termasuk penanganan Covid-19 di Tanah Air.

"Jangan lupakan juga kasus korupsi Menteri Sosial, Menteri Kelautan dan Perikanan, Walikota Cimahi, serta masalah Covid-19 yang belum terselesaikan juga.

Melalui ciutan Twitternya, anggota Komisi III DPR Benny K Harman meminta Pemerintah menjelaskan secara terbuka kasus penembakan tersebut untuk mengindari spekulasi.

Sebelumnya, Petugas Polda Metro Jaya menembak enam orang pengikut Rizieq Shihab lantaran melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang bertugas penyelidikan.

"Terhadap kelompok MRS yang melakukan penyerangan kepada anggota dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Senin (7/11).

Fadil menjelaskan kejadian itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta- Cikampek KM 50.

Kejadian berawal saat petugas menyelidiki informasi soal pengerahan massa saat dilakukan pemeriksaan terhadap Rizieq di Mapolda Metro Jaya.

"Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yg diduga adalah pengikut MRS , kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," tambahnya.

Fadil mengatakan terdapat 10 orang yang melakukan penyerangan, namun setelah enam rekannya ambruk, empat orang sisanya melarikan diri.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak kepolisian, hanya ada kerugian materi dari sebuah kendraaan rusak karena dipepet serta terkena tembakan dari kelompok yang melakukan penyerangan.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Tag:
comments