Trump Tambah 4 Perusahaan China dalam Daftar Hitam Investasi
search

Trump Tambah 4 Perusahaan China dalam Daftar Hitam Investasi

Zona Barat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reuters

Politeia.id -- Pemerintahan Donald Trump siap menambahkan empat perusahaan raksasa China ke dalam daftar hitam investasi karena diduga terafiliasi dengan militer Beijing.

Perusahaan terbaru yang ditargetkan di antaranya, pembuat chip terkemuka asal China Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) dan produsen minyak serta gas lepas pantai China National Offshore Oil Corp (CNOOC).

Selain itu, ada dua perusahaan besar lainnya yang bakal masuk daftar perusahaan yang diduga memiliki atau dikendalikan militer China, sehingga total jumlahnya menjadi 35.

Hal ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China sebelum Presiden terpilih Joe Biden menjabat.

Melansir Reuters, Senin (30/11), perintah eksekutif baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Trump akan mencegah investor AS membeli sekuritas dari perusahaan yang terdaftar di daftar hitam pada akhir tahun depan.

Sampai saat ini, masih belum jelas kapan tahapan itu diterbitkan dalam Federal Register. Tetapi, menurut dokumen dan tiga sumber yang dikutip Reuters, beberapa perusahaan yang ada dalam daftar adalah China Construction Technology Co Ltd dan China International Engineering Consulting Corp, selain SMIC dan CNOOC.

SMIC mengatakan, pihaknya terus terlibat secara konstruktif dan terbuka dengan pemerintah AS untuk mengatasi isu tersebut. Ia juga memastikan, produk dan layanannya hanya untuk penggunaan sipil dan komersial.

"Perusahaan tidak memiliki hubungan dengan militer China dan tidak memproduksi untuk pengguna akhir atau penggunaan akhir militer manapun," tegas perusahaan.

Sementara itu, DOD, Kedutaan Besar China di Washington dan CNOOC tidak memberikan komentar.

SMIC, yang sangat bergantung apda peralatan dari pemasok AS, sudah lama ditargetkan pemerintah AS. Pada September, Departemen Perdagangan AS memberi tahu beberapa perusahaan, mereka perlu mendapatkan lisensi sebelum memasok barang dan jasa ke SMIC.

Perintah itu disampaikan setelah pemerintah AS menyimpulkan adanya risiko bahwa peralatan yang dipasok ke SMIC dapat digunakan untuk tujuan militer.

Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperkuat sikap keras Trump di China dan untuk ‘mendorong’ Biden ke posisi sulit di tengah sentimen bipartisan anti-China di Kongres. Tim kampanye Biden menolak berkomentar.

Daftar itu juga merupakan bagian dari upaya Washington ke pemerintahan Beijing yang dinilai telah meminta perusahaan memanfaatkan teknologi sipil untuk tujuan militer.

Pekan lalu, Reuters melaporkan, pemerintahan Trump hampir mengumumkan 89 kedirgantaraan China dan perusahaan lain yang disebutkan memiliki hubungan militer. Washington berencana membatasi mereka untuk membeli berbagai barang dan teknologi AS.

Tag:
comments