Pengamat Sebut Marak Propaganda Politik Lemahkan Pancasila
search

Pengamat Sebut Marak Propaganda Politik Lemahkan Pancasila

Zona Barat
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Ist)

Politeia.id-- Pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mendukung penuh langkah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga markas komando pasukan khusus TNI, Kamis (19/11) lalu.

Diketahui, tiga markas komando pasukan khusus itu yakni, Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD di Cijantung, Jakarta Timur, Markas Marinir TNI AL di Cilandak, Jakarta Selatan, dan Markas Wing I Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Seorang Panglima TNI sidak pasukan khusus sebenarnya itu biasa terjadi, tetapi bila kondisi negara dalam situasi dan kondisi genting tentu saja berarti Panglima TNI mengecek kesiapan Pasukan TNI dalam hadapi ancaman pertahanan negara apapun bentuknya," ujar Susaningtyas saat dihubungi, Senin (23/11).

Apalagi saat ini kata Susaningtyas, tak sedikit anggota TNI terpapar radikalisme. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Pertahanan tahun 2019, sebanyak tiga persen prajurit TNI terpapar radikalisme.

"Apalagi saat ini seperti dikatakan oleh beberapa senior TNI bahwa beberapa anggota TNI terpapar radikalisme dan muncul benih-benih intoleransi," tegasnya.

Dikatakan Susaningtyas, bentuk gerakan anti Pancasila seperti halnya radikalisme dan ekstremisme di Indonesia memang harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri.

Menurut Susaningtyas, ancaman bagi Pancasila bisa dari dalam maupun luar negeri yaitu masuknya berbagai kebudayaan dan paham baru dari luar negeri.

"Adanya campur tangan politik dari badan-badan asing di dalam negeri, maraknya propaganda politik yang bertujuan melemahkan Pancasila baik melalui media sosial maupun media mainstream dari dalam dan luar negeri," katanya.

Susaningtyas menambahkan, pendidikan cinta tanah air dan memahami Pancasila harus digalakkan di lembaga pendidikan dan politik dengan cara yang modern dan ikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah diterima masyarakat.

"Program deradikalisasi dan antiradikalisasi harus semakin digalakkan ditengah masyarakat. Termasuk deradikalisasi dunia Maya, karena semakin banyaknya berita hoaks dan hal berbau post truth," tukasnya.

Tag:

comments