Najwa Shihab Masuk 10 Tokoh Paling Dikagumi di Indonesia
search

Najwa Shihab Masuk 10 Tokoh Paling Dikagumi di Indonesia

Zona Barat
Jurnalis Najwa Shihab sedang membawakan acara televisi Mata Najwa. Foto: Pkiran Rakyat

Politeia.id--Meski dilaporkan Relawan Jokowi Bersatu terkait wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sosok Najwa Shihab tetap dikagumi masyarakat Indonesia.

Baru-baru ini, melalui rilis YouGov, lembaga survei independen asal Inggris pada 25 September 2020, Najwa Shihab dinobatkan sebagai wanita paling dikagumi di Indonesia.

Hasil survei bertajuk `Indonesia Most Admired 2020` menempatkan nama Najwa Shihab di urutan pertama dengan perolehan suara dari 18,52% atau sekitar 1,7 juta dari 9,6 juta responden.

Wanita kelahiran Makassar, 16 September 1977 ini mengalahkan sederet wanita menginspirasi lainnya. Pembawa acara televisi itu berhasil mengalahkan Susi Pudjiastuti yang pernah menjabat sebagai menteri kelautan dan perikanan pada periode 2014-2019. Susi mendapatkan 17,53% suara atau sekitar 1,6 juta dari 9,6 juta responden.

Selain itu, Sri Mulyani dan Tri Rismaharini juga masuk dalam jajaran perempuan paling dikagumi di Indonesia. Keduanya mengantongi suara dari 9,56% dan 8,01% responden.

Enam tokoh lain yang dikagumi berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, dengan latar belakang yang berbeda. Mulai dari penyanyi kawakan, Taylor Swift yang dikagumi 4,41% responden hingga Ratu Elizabeth II yang disukai 3,03% responden.

Bagaimana Kasus Najwa Shihab?

Najwa Shihab dilaporkan Relawan Jokowi ke Polda Metro Jaya usai melakukan wawancara monolog dengan kursi kosong yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan.

Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto mengatakan, kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati mereka sebagai pembela presiden.

"Karena Menteri Terawan adalah representasi dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo," ujar Silvia saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

Dalam laporannya, Najwa Shihab disangkakan dengan cyber bullying karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi. Silvia menganggap parodi putri kedua dari ulama kondang M Quraish Shihab itutersebut merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara, khususnya menteri. Mengingat Menkes Terawam adalah representasi dari pada Presiden Republik Indonesia .

"Dalam KUHP perdata dan pidana ketika bicara dengan jurnalistik memang kami memakai UU pers tetapi juga dilaporkan secara perdata dan pidana melalui pengadilan atau kepolisian. Ketika sama-sama mentok kita ke dewan pers, untuk meminta arahan," terang Silvia.

Menurut Silvia, jika dibiarkan, tindakan Najwa Shihab akan berulang dan berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya. Wanita ini menilai melakukan wawancara kosong kepada narasumber dan itu memberikan preseden buruk kepada wartawan sendiri. Hal itu juga yang membuat relawan tersebut memutuskan untuk membuat laporan kepada polisi.

"Kami diterima oleh SPKT dan kami akan menuju ke siber. Karena kami berurusan dengan UU ITE dan juga pejabat menteri yang notabene adalah pejabat negara. Terlapornya juga kami akan memberikan somasi kepada ke Trans7 dan kami akan melakukan melaporkan kepada dewan pers setelah ini," katanya.

Tag:
comments