Pak Menteri, Masih Ada 645 Titik Wilayah di NTT yang Tak Terjangkau Sinyal Internet
search

Pak Menteri, Masih Ada 645 Titik Wilayah di NTT yang Tak Terjangkau Sinyal Internet

Zona Barat
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate saat meninjau Network Operation Center (NOC) Palapa Ring di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/12/2019). Foto: Kominfo

Politeia.id--Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Nusa Tenggara Timur Abraham Maulaka mengatakan masih ada 645 titik wilayah di provinsi berbasiskan kepulauan itu saat ini yang tidak terjangkau sinyal telekomunikasi atau merupakan area blank spot.

“Sampai dengan 2020 ini, masih ada 645 titik blank spot di NTT artinya tanpa ada sinyal telekomunikasi maupun internet,” katanya, mengutip Antara, Senin (13/10).

Ia mengatakan, pemerintah telah berupaya mengatasi persoalan ini dengan menghadirkan infrastruktur Palapa Ring.

Namun demikian, lanjut dia, infrastruktur Palapa Ring saja tidak cukup karena perlu didukung dengan pembangunan tower atau Base Transceiver Station (BTS) yang mampu menjangkau hingga ke berbagai wilayah pelosok.

Abraham Maulaka menyebutkan, sampai dengan 2019, di NTT telah terbangun sebanyak 133 BTS yang menyebar di berbagai daerah serta pelayanan internet di 753 titik.

“Ini langkah strategis yang diupayakan pemerintah dan ke depan tentu akan terus ditambah hingga menjangkau titik-titik blank spot yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di NTT juga menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat termasuk jaringan internet yang saat ini sudah menjangkau semua wilayah kota dan sekitarnya di NTT.

Karena itu, Abraham mengaku pihaknya optimistis daerah-daerah di NTT yang sampai saat ini belum menikmati sinyal telekomunikasi, ke depan akan teratasi secara bertahap.

“Pemerintah menargetkan pada 2021 wilayah NTT semuanya sudah terlayani jaringan telekomunikasi dan juga internet,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan saat ini Pemerintah tengah fokus untuk meningkatkan rasio dan menurunkan disparitas internetifikasi di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di KEK.

"Pembangunan BTS untuk mengurangi daerah blankspot akan dibagi dalam dua kategori, yakni 542 desa dan kelurahan yang menjadi wilayah kerja BLU Bakti Kominfo [untuk pembangunannya]. Ini yang masuk daerah 3T. Sisanya 103 desa dan kelurahan non-3T yang menjadi wilayah kerja mitra Kominfo, yakni operator seluler," kata Johnny dalam siaran pers, Sabtu (26/9).

Dia menambahkan percepatan pembangunan infrastruktur TIK di Manggarai Barat dilakukan untuk mendukung realisasi Labuan Bajo sebagai salah satu dari Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan KEK. Selain itu, wilayah tersebut menjadi tuan rumah bagi pagelaran internasional, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan Asean Summit 2023.

Berdasarkan hasil pemantauan quality of service (QoS) cakupan layanan internet di Indonesia yang dilakukan Kementerian Kominfo dan operator seluler, dari 83.000 lebih desa dan kelurahan di Indonesia masih terdapat 12.000 desa dan kelurahan yang belum tersedia layanan sinyal 4G.

Johnny menyebut hal ini dikenal sebagai blankspot, atau titik atau cakupan yang belum tersedia layanan internet. Totalnya ada sebanyak 9.113 titik, termasuk di NTT.

Dia melanjutkan pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi pemerintah untuk mendorong pemanfaatan dan penggunaan infrastruktur telekomunikasi dan informatika sebagai pondasi dasar kehidupan kini dan masa depan.

Tag:
comments