Politikus Golkar Sebut Puasa Tahun Ini Relatif Berjalan Damai
search

Politikus Golkar Sebut Puasa Tahun Ini Relatif Berjalan Damai

Zona Barat
Anggota Komisi V DPR Muhammad Fauzi. Foto: dpr.go.id.

Anggota Komisi V DPR Muhammad Fauzi mengatakan bersyukur atas hangatnya dinamika kebangsaan yang terjadi selama Ramadan tahun ini. Menurutnya, tidak ada perdebatan isu-isu yang memecah belah masyarakat dan umat muslim dapat dengan khusyuk berpuasa.

Fauzi menilai Ramadan kali ini pun berjalan hampir sesuai harapan masyarakat. Pangkalnya, sekalipun masih di tengah pandemi Covid-19, diperkenankan melakukan mudik Lebaran tanpa adanya penyekatan.

"Nikmat-nikmat ini tentu harus kita syukuri. Artinya, masyarakat kita terbukti telah dewasa dalam menyikapi perbedaan dan tangguh dalam menghadapi cobaan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/4).

Dia berharap, masyarakat konsisten disiplin menerapkan prokes saat mudik ke kampung halaman masing-masing. Setidaknya tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan (hand sanitizer).

"Ini harus kita lakukan untuk meminimalisasi risiko penularan kepada orang-orang terkasih sekaligus memastikan laju penularan Covid-19 tetap terkendali pascamudik Lebaran," jelas Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni KAHMI Sulsel ini.

Fauzi menyarankan masyarakat tidak menggunakan kendaraan bermotor roda dua sebagai angkutan mudik. Alasannya, berisiko tinggi atas terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Sebaiknya mudik menggunakan transportasi umum atau memanfaatkan program mudik gratis yang kembali digalakkan, termasuk oleh pemerintah pusat dan daerah. Karena esensi yang terpenting dari mudik adalah kita bisa kembali ke kampung halaman dan memperat tali ukhuwah dengan sanak famili dan kerabat," ucap dia.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat menahan diri untuk berlibur jika lokasi wisata tujuan sudah penuh sesak oleh pengunjung. Ini pun guna mencegah terjadinya risiko penularan Covid-19.

"Lebih baik kita bersabar dua-tiga pekan sehabis Lebaran. Apabila kondisi sudah normal kembali, barulah kita bisa pergi berlibur. Ini tentu untuk keamanan dan kenyamanan bersama," tuturnya.

Lebih jauh, Fauzi berharap, ketentraman dan kedamaian yang terjalin dan terbangun selama Ramadan ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan demi kemaslahatan bersama.

"Sudah sepantasnya Idulfitri betul-betul menjadi momentum untuk memaafkan satu sama lain dan mulai membicarakan hal-hal yang lebih konstruktif demi kebaikan bersama. Jangan habiskan energi kita untuk hal-hal yang tidak positif," pungkasnya.

Tag:

comments