Elektabilitas Menhan Prabowo Unggul, Puan Maharani Tenggelam
search

Elektabilitas Menhan Prabowo Unggul, Puan Maharani Tenggelam

Zona Barat
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Politeia.id/Dok. DPR

Politeia.id -- Peluang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi presiden di Pilpres 2024 sangat besar, berdasarkan survei persepsi publik lembaga riset Political Weather Station (PWS).

Dalam survei yang sama, nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko muncul mengejutkan, dan justru mengungguli elektabilitas `putri mahkota, PDI Perjuangan, Puan Maharani.

Berdasarkan survei yang digelar pada 13 hingga 23 Januari 2022, jika hari ini dilaksanakan pemilihan presiden siapakah yang akan dipilih, maka nama Prabowo Subianto masih paling banyak dipilih.

"Sebanyak 22,9% publik mengaku akan memilih Prabowo Subianto, disusul oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang bersaing ketat. Anies dipilih oleh 19,9% responden dan Ganjar 19,8%,"kata Direktur Riset PWS, Mohammad Tidzi AM, dalam telekonferensi, Jumat (4/2).

Menurut Tizdi, nama Prabowo Subianto di puncak elektabilitas relatif belum tergoyahkan sejak lembaga-lembaga survei mainstream merilis hasil survei capres sejak setahun yang lalu. Posisi sebagai menteri pertahanan membuat nama Prabowo Subianto tidak tenggelam dari panggung setelah dinyatakan kalah dalam Pilpres 2019.

"Dibanding nama ketua umum partai politik lainnya, nama Prabowo sejauh ini memang nampak paling menonjol," ujarnya.

Di bawah tiga besar nama penghuni rating survei tersebut, muncul nama Sandiaga Uno (8,7%) dan Ridwan Kamil (7,5%). Setelah itu ada nama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang dipilih oleh 4,1% responden, diikuti oleh Erick Thohir (2,7%), Agus Harimurti Yudhotono (2,5%), Moeldoko (2,4%), lalu Gatot Nurmantyo (1,5%) dan Mahfud MD (1,2%).

Sedangkan tokoh-tokoh nasional seperti Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Puan Maharani dan La Nyalla Mattalitti juga memperoleh dukungan dari publik namun tingkat elektabilitasnya masih jauh dari signifikan (di bawah 1%).

Temuan menarik dari survei PWS kali ini adalah munculnya nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam deretan 10 besar elektabilitas capres. Seperti diketahui nama Moeldoko dan Erick Thohir termasuk pendatang baru dalam kontestasi elektabilitas.

Namun ternyata keduanya mampu mengungguli elektabilitas tokoh-tokoh nasional yang sudah lama namanya muncul dalam publikasi survei seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, dan Muhaimin Iskandar.

"Ini suatu indikasi bahwa kedua tokoh tersebut sebenarnya juga memiliki potensi elektabilitas di samping nama-nama `konvensional` yang sudah lama menghiasi papan survei," beber Tizdi.

Dia menambahkan, mengingat tingkat swing voters atau calon pemilih yang mengaku belum mantap dengan tokoh pilihannya saat ini masih cukup besar (hampir 50%) maka siapa yang akan memenangkan Pilpres 2024 masih belum dapat dipastikan. Para tokoh yang saat ini menghuni papan atas rating survei masih ada kemungkinan ditinggalkan pendukungnya.

Sebaliknya, kata Tizdi, para tokoh `pendatang baru` masih berpeluang mengejar ketertinggalan dari tokoh-tokoh lain, sepanjang mereka masih mau bekerja keras dengan strategi sosialisasi yang tepat sasaran.

"Secara teori, kontestasi menuju Pilpres 2024 masih akan berlangsung ketat dan seru, apalagi kalau Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan judicial review yang menuntut penghapusan presidential threshold (PT)," pungkasnya.

Tag:

comments