Dukung Knowledge Hub, Menkominfo Apresiasi sebagai Upaya Jaga Ruang Digital
search

Dukung Knowledge Hub, Menkominfo Apresiasi sebagai Upaya Jaga Ruang Digital

Zona Barat
Menkominfo Johnny G. Plate dalam Halal Bihalal Lebaran Digital Keren yang berlangsung tatap muka terbatas dan virtual dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (17/05/2021). Foto: dok. Kominfo

Politeia.id -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendukung pembangunan Knowledge Hub karena membantu pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan ruang digital dengan baik.

Hal ini diungkap Johnny, mengingat pandemi Covid-19 telah menjadi katalis dalam menciptakan era baru dan mendorong manusia memasuki peradaban baru berbasis teknologi digital. Di Indonesia, pandemi mendorong pertumbuhan pengguna internet hingga meningkat sebesar 39%.

“Kita saksikan dan dukung bersama agar Knowledge Hub yang hari ini groundbreaking-nya dilakukan sukses tepat waktu dan sekaligus mendorong ruang digital kita dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkap dalam acara Peletakan Batu Pertama Gedung Knowledge Hub Sinar Mas Land yang berlangsung secara hibrida dari Auditorium Green Office Park 9, BSD, Tangerang, Banten, Rabu (8/12).

Menurut Menteri Johnny, Pemerintah berupaya memanfaatkan sisi lain dari pandemi Covid-19. Salah satu semangat yang dibangun adalah Indonesia mampu untuk mengambil manfaat dari momen sesulit apapun untuk bangkit dan bergerak maju.

“Pada saat di mana berbagai sektor perekonomian dunia dan Indonesia mengalami kontraksi, sektor komunikasi dan informasi justru bertumbuh double digit,” ujarnya.

Menkominfo menyatakan pertumbuhan itu juga ditopang oleh keberadaan ekosistem digital di Indonesia yang berkembang cepat. Menurutnya, Indonesia menjadi negara kedua dari 100 negara dalam aspek transformance, funding, market reach dan talenta.

“Indonesia begitu berkembang. Saya memberikan gambaran bahwa pertumbuhan dan perkembangan digital economy Indonesia luar biasa,” tandasnya.

Menteri Johnny mengapresiasi setiap upaya ekosistem dalam mendukung pengembangan ekonomi digital. Mengutip Laporan World Economic Forum, Menkominfo menyatakan adopsi teknologi digital secara global akan makin mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

“Dalam hal ini teknologi Cloud Computing, Big Data Analytics, e-Commerce, Artificial Intelligence yang terus tumbuh dan berkembang. Juga, jumlah pengguna internet yang masif, pasar e-Commerce yang berkembang dan bertumbuh pesat, dunia startup yang masif, dinamis, sehingga ekosistem digital Indonesia memiliki potensi untuk memimpin pasar ekonomi digital di kancah global,” jelasnya.

Guna memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, Pemerintah Republik Indonesia membawa tiga isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia mengajukan isu kesehatan yang inklusif, transformasi digital dan transisi energi,” tegas Menkominfo.

Menteri Johnny menyatakan guna mewujudkan agenda Presidensi G20 Indonesia, Pemerintah menggalang upaya kolaboratif secara menyeluruh agar bisa mengatasi masalah kesehatan terlebih saat pandemi Covid-19. Menurutnya, sepanjang tahun 2020 di kawasan Asia Tenggara terdapat 40 juta pengguna internet. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan pemanfaatan teknologi digital.

“Masalah kesehatan tidak cukup jika kita hanya menyelesaikan untuk kepentingan kita saja. Jadi, kita harus menyelesaikannya bersama-sama baru kita bisa bergeser ke endemi. Yang memberikan gambaran bahwa Indonesia bisa menjadi the golden bridge (jembatan emas) untuk mewakili emerging countries di dalam persatuan global. Apalagi saat ini muncul varian-varian baru dari Covid-19 yang berasal dari Afrika,” tuturnya.

Dalam isu kedua berkaitan dengan transformasi ekonomi berbasis digital serta transisi energi, Menkominfo menyatakan keberadaan Knowledge Hub dan Green Office Park selaras dengan arah besar kebijakan negara.

“Ini sejalan dengan agenda transformasi digital dan green economy, serta transisi energi. Saya tentu mengapresiasi luar biasa atas kemampuan dan kecepatan adaptasi dalam melakukan agility menyesuaikan arah dan kebijakan perusahaan mengatasi disrupsi teknologi dan pandemi Covid-19,” tegasnya.

Jaga Ruang Digital

Menteri Johnny menjelaskan Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Selain memuat agenda percepatan transformasi digital, peta jalan itu juga memberikan panduan bagi pemerintah pusat, daerah serta mitra kerja pemerintah dalam membangun infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

“Empat sektor strategis ini hanya dapat bertumbuh dan berkembang apabila ICT deployment-nya berjalan dengan baik. Kita perlu menyelesaikan seluruh pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia. Saat ini kita menetapkan ICT berbasis 4G Connectivity. Konektivitas teknologi komunikasi 4G sebagai backbone atau tulang punggung,” jelasnya.

Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur TIK melalui pembangunan jaringan microwave-link, satelit, melalui pembangunan middle-mile untuk menghubungkan titik-titik yang belum terhubung, serta penggelaran jaringan the last-mile Base Transceiver Station (BTS) di seluruh tanah air.

“Kita harapkan dengan digelarnya tiga layer ICT Infrastructure itu, maka kita bisa meningkatkan internet link ratio di Indonesia, lebih mendekatkan disparitas antarwilayah dan antarmasyarakat,” tutur Menkominfo.

 

Tag:

comments