Pemda Intan Jaya Klarifikasi Penyebab Jatuhnya Pesawat Rimbun Air
search

Pemda Intan Jaya Klarifikasi Penyebab Jatuhnya Pesawat Rimbun Air

Zona Barat
Pemda Intan Jaya Klarifikasi Jatunya Pesawat Rimbun Air. Foto: Humas Polda Papua

Politeia.id -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupatan Intan Jaya, Yoakim Mujizau, mengklarifikasi insiden kecelakaan pesawat Rimbun Air yang terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (14/9). Yoakim meminta semua pihak untuk menghentikan berbagai spekulasi dan opini di media yang beredar dari sumber tidak jelas terkait kecelakaan pesawat tersebut.

Yoakim menegaskan bahwa apa yang terjadi pada pesawat Rimbun Air adalah murni kecelakaan akibat cuaca ekstrim yang terjadi di Bandar Udara Bilogai saat pesawat hendak mendarat. Dia membantah kecelakaan pesawat akibat ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Operasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

"Dan sementara ini sambil menunggu penelitian lebih lanjut dari pihak berwenang melalui pemeriksaan terhadap kotak hitam (black box), pesawat tersebut mengalami kecelakaan karena faktor cuaca ekstrim yang terjadi di Bandar Udara Bilogai saat pesawat hendak mendarat," kata Yoakim dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Menurut Yoakim, kondisi cuaca esktrim berupa awan gelap terjadi saat pesawat hendak mendarat dan saat itu di landasan bandar udara Bilogai terdapat satu buah pesawat yang tengah terparkir. Dengan kondisi itu, pilot memilih putar balik untuk memastikan kondisi pendaratan aman.

Tampaknya, lanjut Yoakim, begitu hendak kembali ingin mendarat masih dalam kondisi cuaca gelap, pesawat menabrak gunung dan pohon lalu nyungsep ke tanah. Sehingga, kondisi pesawat saaat ditemukan, moncong pesawat tertanam cukup dalam di dalam tanah.

"Jadi tidak benar dan ini kami tegaskan untuk tidak menduga atau bahkan membangun opini liar bahwa pesawat tersebut ditembak oleh TPN-OPM. Ini sama sekali tidak benar. Kecelekaan pesawat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPN-OPM," tegas Yoakim yang juga Ketua Tim Mediasi Konflik Konflik Penegakan Hukum di Wilayah Hukum Intan Jaya ini.

Yoakim juga mengatakan proses evakuasi memang sulit dilakukan karena hanya bisa tembus melalui jalur darat. Evakuasi pertama kali dilakukan atas inisiatif masyarakat di bawah pimpinan Pastor Paroki Titigi Yance Yogi Pr dan anggota DPRD Intan Jaya Melianus Belau. Ada pun Tim Kepolisian dan TNI tiba di lokasi setelahnya dan bersama masyarakat bahu-membahu membantu proses evakuasi korban.

"Kami tegaskan juga bahwa tidak benar opini liar yang berkembang seakan-akan proses evakuasi berlangsung dramatis karena daerah jatuhnya pesawat merupakan daerah yang dikuasai TPN-OPM. Ini semua tidak benar. Justru masyarakat Bersama TNI-Polri bekerjasama dengan baik atas nama kemanusiaan untuk membantu secara sukarela proses evakuasi ini," ungkapnya.

Dia menambahkan, kecelakan sama sekali tidak ada kaitannya dengan TPN-OPM. Termasuk opini yang berkembang bahwa pesawat tersebut membawa bahan makanan untuk prajurit TNI Yonif 501/BY. Faktanya, kata Yoakim, pesawat tersebut dipakai oleh Pemda Intan Jaya untuk mengangkut bahan bangunan berupa semen, triplek, besi, dan bahan makanan untuk masyarakat dalam rangka pembangunan oleh Dinas PU Kabupaten Intan Jaya.

"Maka itu, kami meminta para pihak yang menyebarkan opini-opini liar atau hoaks tersebut untuk stop menyebarkan berita-berita tersebut. Kami tahu, opini-opini tersebut hanya akan menggiring citra yang tidak baik bagi daerah Intan Jaya seakan-akan menjadi daerah konflik yang justru menimbulkan keresahan bagi masyarakat kami. Intan Jaya saat ini dalam kondisi sangat kondusif sehingga kami meminta agar pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa jatuhnya pesawat ini dengan opini sesat agar berhenti menyebarkan hoaks," ujarnya.

Yoakim mengatakan pihaknya menyampaikan dukacita bagi keluarga korban yaitu pilot, copilot dan satu orang mekanik yang meninggal dunia dalam kecelakaan ini.

"Pada pagi tadi jenasah mereka sudah diterbangkan ke Timika untuk selanjutnya oleh pihak Rimbun Air diterbangkan ke Jakarta dan Kalimantan," pungkasnya.

Tag:

comments