DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kematian Pasien Covid-19 yang Jalani Isoman
search

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kematian Pasien Covid-19 yang Jalani Isoman

Zona Barat
Ilustrasi pemakaman pasein Covid-19/Suasana petugas pemakaman memasukan jenazah ke liang kubur di TPU Tegal Alur. Foto: Tirto.id/Andrey Gromico

Politeia.id -- Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kurniasih Mufidayati meminta Pemerintah memberikan perhatian khusus pada kasus kematian pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Menurut dia, kelangkaan oksigen dan obat, penuhnya keterisian tempat tidur rumah sakit dan permasalahan mendapatkan mobil ambulance karena kasus Covid-19 yang tinggi jadi pemicu kematian tinggi pasien isolasi mandiri.

"Bisa dicek di lapangan, betapa sulitnya pasien yang isolasi mandiri mendapatkan tabung oksigen dan obat-obatan terutama untuk golongan antivirus dan antibiotik. Belum lagi masalah kapasitas rumah sakit yang sudah penuh, termasuk sulitnya mendapatkan mobil ambulance bagi pasien yang darurat Covid-19," kata Kurniasih kepada wartawan, Rabu (14/7).

Berdasarkan data LaporCovid-19, kata Kurniasih, sebanyak 265 pasien Covid-19 meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di rumah selama bulan Juni hingga 2 Juli 2021. Data tersebut dihimpun berdasarkan hasil penelusuran tim LaporCovid19 di media sosial seperti Twitter, berita online dan laporan langsung warga ke LaporCovid-19.

Sebanyak 265 Korban jiwa tersebut tersebar di 47 Kota dan Kabupaten dari 10 Provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Riau dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ini fakta lagi data yang diungkap terkait kematian pasien Covid saat isoman. Data itu tidak dihimpun Kementerian Kesehatan. Secara pribadi saya prihatin akan tingginya kasus kematian pasien Covid saat isoman. Harusnya ini jadi perhatian pemerintah juga," ujar politisi PKS ini.

Bahkan, lanjut Mufida, Indonesia mencatat rekor kematian harian Covid-19 tertinggi di dunia dengan 1.007 jiwa pada Minggu (11/7). Angka itu menyalip India yang berada di urutan ketiga dengan 720 kasus kematian, kemudian Rusia 749, dan Brasil dengan 597 korban meninggal.

Di hari sebelumnya, Sabtu (10/7), kasus kematian harian di Indonesia berada di posisi ketiga dengan 826 jiwa. Di posisi kedua masih ditempati India dengan 899 kasus dan Brasil menduduki puncak dengan 1.172 korban meninggal.

Menurut Kurniasih, kematian pasien isoman menjadi bukti program Telemedicine di Kementerian Kesehatan belum berjalan baik. Ia berharap pemerintah tidak perlu banyak lakukan kerja simbolik dan seremonial, namun mampu mengendalikan harga obat yang melonjak tinggi, termasuk ketersediaan tabung oksigen yang memadai bagi pasien Covid-19.

"Realitas di lapangan pasien Covid untuk mendapatkan tabung gas dan obat-obatan masih sangat sulit. Rumah sakit sudah tidak menampung pasien Covid. Belum lagi program Kemenkes Telemedicine belum mampu diakses masyarakat secara luas. Ini khan masalah. Hal itu membuktikan panduan isoman dan obat-obatan bagi pasien Covid tidak terjangkau dan belum didapat," kata Mufida.

 

Tag:

comments