PKS Kritik Presiden Jokowi: Jangan Jadi Penakut!
search

PKS Kritik Presiden Jokowi: Jangan Jadi Penakut!

Zona Barat
Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PKS Mardani Ali Sera. Foto : Parlementari Terkini/Andri

Politeia.id -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, naik turunnya pandemi Covid-19 di suatu negara oleh kualitas keberanian kepala negara. Menurutnya, meski kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya seribu satu alasan untuk menjelaskan kenapa pandemi belum surut, namun yang perlu diingat adalah saat kondisi kritis seorang pemimpin hebat pasti mengeluarkan tajinya.

"Contohnya? Tentu banyak, seperti PM (Perdana Menteri) Selandia Baru yang berani menutup bandara sampai seluruh warganya divaksinasi. Lalu ada Kanselir Jerman ketika awal pandemi langsung menutup sekolah hingga perkantoran. Semua negara punya kekhasan masing-masing," kata Mardani dalam keterangannya kepada Alinea.id, Senin (12/7).

Mardani menegaskan, setidaknya ada beberapa indikator pemimpin berkualitas. Diantaranya keberanian dan tidak bergantung kepada orang lain.

"Keberanian, jangan jadi penakut karena seorang pemimpin sudah pasti sendirian. Jika mau bergantung dengan orang lain, jangan jadi pemimpin," ujarnya.

Selain itu, lanjut Mardain, seorang pemimpin juga harus memiliki visi yang jelas, punya gambaran yang jelas mau ke mana, kemudian bisa memecahkan masalah (problem solver).

"Contoh, kelangkaan oksigen yang marak terjadi bukan karena kita menyumbang oksigen ke India. Secara logika karena tingginya angka Covid-19, kebutuhan pun menjadi besar," tegas anggota Komisi II DPR ini.

Lebih lanjut Mardani mengatakan, angka kasus Covid-19 yang kian besar tak lepas dari sikap pemerintahan Jokowi yang mengabaikan saran menyekat pintu masuk sejak awal. Misalnya, usulan menutup empat bandara internasional di Jakarta, Medan, Surabaya, serta Bali tak kunjung direspon.

"Padahal Covid-19 datang dari luar, jika empat lokasi tersebut dikunci, kemungkinan ceritanya akan lain," ungkap Mardani.

Agar penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) daruat yang sementara berjalan saat ini berhasil, Mardani menyarankan agar memiliki sistem monitoring yang akurat, baik dan berbasis data ilmiah. Salah satu cara yang kerap diusulkan para ahli, menggunakan teknologi digital dalam bentuk movement restriction and mobility change.

"Singkatnya, menganalisis pola pergerakan penduduk pada saat ada pembatasan sosial, yg kemudian mengakibatkan penurunan mobilitas penduduk dan dihubungkan dengan penurunan jumlah kasus dari hari ke hari. Cara-cara saintifik memang perlu diterapkan agar bisa memenuhi kaidah proses pengambilan keputusan berbasis data dan memberi dampak maksimal," katanya.

Tag:

comments