Di balik Tampilnya Prabwo di Podcast Deddy Corbuzier
search

Di balik Tampilnya Prabwo di Podcast Deddy Corbuzier

Zona Barat
Prabowo Subianto. (alinea)

Politeia.id -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya maju lagi di pemilihan presiden (pilpres) 2024. Kesiapan Prabowo dinyatakan saat ia tampil podcast alias siniar Deddy Corbuzier yang tayang di kanal Youtube, Minggu (13/6).

Di acara ini, Prabowo juga menjelaskan blak-blakan soal isu alutsista, di tengah kebiasaan Prabowo yang jarang tampil di media.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin mengatakan, hadirnya Prabowo di podcast Deddy Corbuzier merupakan pilihan yang tepat untuk menjangkau lebih banyak orang mengenai isu alutsista.

"Maka pilihan hadir di podcast Deddy menjadi pilihan Prabowo," kata Ujang saat dihubungi, Selasa (15/6).

Ujang mengatakan tidak melihat Prabowo sedang curi star di Pilpres 2024 di acara tersebut. Alasannya, Prabowo sudah jauh bergerak sejak Pilpres 2019. Kendati demikian, Ujang menilai Prabowo memilih tampil di podcast Deddy Corbuzier untuk menyasar pemilih muda yang nota bene melek dengan dunia digital.

"Kalau curi star kesannya ada aturan yang dilarang. Prabowo sudah jalan. Jalan untuk tebar pesona. Dan dalam politik itu hal biasa," katanya.

Di sisi lain, menurut Ujang, Prabowo memilih tampil di podcat Deddy lantaran publik tidak suka dengan hal-hal formal. "Ya, menjangkau apa yang ingin dikatakannya ke publik. Karena publik tidak terlalu suka dengan hal-hal formal. Makanya Prabowo melakukannya di acara non formal," jelas Ujang.

Jika Prabowo maju lagi di Pilpres 2024, itu artinya Ketua Umum Partai Gerindra itu maju untuk keempat kalinya. Di tahun 2024 nanti, Prabowo yang lahir pada tahun 1951 itu juga menginjak usia 73 tahun.

Dari berbagai survei, elektabilitas Prabowo juga masih tinggi, kendati angkanya stagnan. Dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, elektabilitas Prabowo 21,5%.

Di bawah Prabowo, ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersaing ketat. Dari antara ketiga nama ini, hanya elektabilitas Ganjar yang mengalami kemajuan dalam dua tahun terakhir, sejak Pemilu 2019 lalu.

Tag:

comments