Evaluasi PPKM Mikro, Menko Airlangga Sebut Kasus Covid-19 Kembali Melonjak Pasca Lebaran
search

Evaluasi PPKM Mikro, Menko Airlangga Sebut Kasus Covid-19 Kembali Melonjak Pasca Lebaran

Zona Barat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Politeia/Ekon.

Politeia.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kasus aktif Covid-19 kembali mengalami lonjakan pasca libur Lebaran 2021. Pemerintah mengantisipasi lonjakan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga pertengahan Juni mendatang.

"Setelah pemantauan dua minggu pasca lebaran ini, kita terus memonitor dengan ketat perkembangan kasusnya pada dua atau tiga minggu selanjutnya, dan mengantisipasi melalui perpanjangan PPKM Mikro dan pengetatan persyaratan perjalanan pasca libur lebaran," ujar Airlangga saat memimpin Rapat Koordinasi evaluasi PPKM Mikro, Kamis (27/5).

Airlangga menyebutkan, berdasarkan evaluasi Kementrian Perhubungan pelaksanaan arus balik pasca Lebaran berjalan lancar dan terkendali.

Namun perlu diantisipasi lonjakan mobilitas dan potensi lonjakan kasus Covid-19 pada minggu ketiga sampai dengan minggu kelima pasca libur Lebaran, yaitu 27 Mei sampai dengan pertengahan Juni 2021.

Airlangga menerangkan, indikasi peningkatan kasus sudah mulai terlihat sejak selesainya libur Lebaran. Dimana sejak 19 Mei kasus aktif mulai naik pada kisaran di atas 5.000 kasus per hari.

Jika dibandingkan dengan puncak kasus di 5 Februari 2021 yang sebanyak 176.672 kasus, kasus aktif nasional per 26 Mei 2021 sebanyak 96.187, memang menunjukkan penurunan 45,5%.

"Tingkat kasus aktif nasional ada di angka 5,4%, lebih rendah dari pada angka global yang sebesar 8,8%. Namun perlu kita antisipasi tren kenaikan kasus aktif selama seminggu belakangan ini. Pelajaran dari libur panjang sebelumnya, lonjakan kasus terjadi pada 4-5 minggu setelah liburan," ujar Airlangga.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) ini pun menerangkan bahwa ada lima provinsi yang berkontribusi paling besar terhadap kasus aktif (65%) pada 26 Mei lalu.

Kelimanya adalah Jawa Barat (29.045 kasus), DKI Jakarta (10.800 kasus), Papua (8.799 kasus), Jawa Tengah (8.429 kasus), dan Riau (5.244 kasus).

Selain Sumatera Barat yang jumlah kasus Aktifnya sebanyak 3.038 kasus, kasus aktif di seluruh Provinsi lainnya berada di bawah 3.000 kasus.

Sementara itu, terkait rasio ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR), BOR rata-rata nasional sebesar 33 persen. Sedangkan seluruh provinsi di Sumatera (kecuali Bengkulu), memiliki BOR di atas rata-rata nasional (>33%).

Airlangga menuturkan, untuk BOR Intensif (ICU) nasional sebesar 34%, sedangkan provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung memiliki tingkat BOR Intensif di atas rata-rata nasional (>34%).

Dia kembali menegaskan, pemerintah telah menetapkan PPKM Mikro Tahap IX dari tanggal 1-14 Juni 2021, dan memperluas caukpannya dengan menambah provinsi Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

"Dengan demikian, per 1 Juni 2021, total seluruh 34 Provinsi telah ditetapkan untuk menerapkan PPKM Mikro," sambungnya.

Perpanjangan dan perluasan PPKM Mikro merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri yang akan mulai diberlakukan tanggal 1 Juni 2021.*

Tag:

comments