Diduga Dukung Kelompok Teroris Palestina, Ferdinand Hutahaean: PKS Bisa Dibubarkan
search

Diduga Dukung Kelompok Teroris Palestina, Ferdinand Hutahaean: PKS Bisa Dibubarkan

Zona Barat
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Foto: Istimewa.

Politeia.id -- Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengancam akan membubarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena diduga mendukung gerakan terorisme di Palestina yang dilakukan sayap Ikhwanul Muslimin, Hamas.

Hamas dibentuk oleh aktivis Ikhwanul Muslimin, Sheikh Ahmed Yassin, pada 1987 untuk memperjuangkan hak kemerdekaan rakyat Palestina dari "penjajahan" Israel.

Hamas menguasai wilayah Gaza sejak 2007 dan terus melakukan serangan militer ke Israel hingga meletus lebih dashyat pekan lalu.

Menurut Ferdinand, PKS adalah manifestasi parpol di Indonesia yang getol memperjuangkan kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina, alih-alih "mendukung" gerakan radikalisme dan terorisme di negara itu.

Ferdinand bahkan menduga PKS cukup dekat dengan kelompok terorisme Hamas di Palestina yang mengusung visi pembentukan negara Islam di Paletina.

"Kalau saya memiliki kekuatan politik, Partai (PKS) ini akan saya ajukan ke pengadilan untuk dibubarkan karena telah melanggar banyak hal terutama azas Tunggal Pancasila, dugaan paham radikalisme dan dugaan kedekatan kepada teroris internasional Ikhwanul Muslimin," ujar Ferdinand melalui akun Twiter, Jumat (21/5).

Ferdinand menduga, isu yang digaungkan PKS dan juga pendukungnya adalah isu seksi dan strategis untuk menggalang dana internasional untuk Palestina, tapi ujung-ujungnya menguntungkan sekelompok orang di tanah air.

"Di Arab itu ngga enak main isu Palestina, ngga dapat duit. Apalagi di Palestina ngga bisa main isu Indonesia, ngga ada gunanya. Makananya enakan di Indonesia, teriak-teriak main isu surga Palestina, dapatnya banyak," katanya.

Sebelumnya, PKS dikritik sejumlah partai politik di DPR RI setelah ucapan kontroversial Wakil Ketua Majelis Syura PKS sekaligus Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) soal label "Zionis Nusantara".

HNW menyebut kelompok atau individu pendukung `penjajahan` Israel di tanah air sebagai "Zionis Nusantara", awal pekan ini.

PKB, PPP dan Partai Nasdem adalah tiga parpol yang mengkrit terbuka setelah elit PKS itu melabelkan kelompok pendukung Israel di Indonesia dengan sebutan itu.

PKB menilai pelabelan "Zionis Nusantara" sama dengan mencampuradukkan yang benar dengan yang tidak benar.

"Pelesetan yang ngaco (keliru), mencampurkan yang benar dengan yang batil," ujar Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Kamis (20/5).

PKB meminta PKS jangan asal menuduh. Sebab, PKB melihat isu konflik Israel dengan Palestina justru digunakan oleh oknum-oknum untuk kepentingan mereka.

Di sisi lain, NasDem menilai pelabelan tersebut bukan tindakan yang bijaksana dan menganggap PKS terlalu tendensius.

"Jadi tidak bijaksanalah kalau kemudian kita melahirkan istilah-istilah baru, Zionis Nusantara, mengkafirkan orang dan lain-lain. Itu terlalu tendensius menurut saya," ujar Waketum NasDem Ahmad Ali, Kamis (20/5).

Sementara itu, PPP tidak mempersoalkan pelabelan zionis nusantara. Pasalnya kelompok yang menggunakan label nusantara tak bisa disimpulkan sebagai zionis.

"Ya namanya pelabelan kan biasa saja, karena faktanya ada pihak-pihak yang pro Israel. Tapi bukan berarti yang pakai label nusantara itu zionis nusantara. Kan ada juga misalnya da`i nusantara, kan tidak sama dengan zionis nusantara," ujar Ketua DPP PPP Achmad Baidowi, Kamis (20/5).*

 

Tag:

comments