Kematian Covid-19 Naik, Satgas Covid-19: Larangan Mudik Harus Dipatuhi
search

Kematian Covid-19 Naik, Satgas Covid-19: Larangan Mudik Harus Dipatuhi

Zona Barat
Pekerja menyiapkan kuburan baru di area pemakaman Kristen yang disediakan oleh pemerintah untuk korban penyakit virus Corona (COVID-19) di kompleks pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta, Indonesia, 16 September 2020. Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana

Politeia.id -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat grafik angka kematian Covid-19 meningkat satu minggu terakhir. Peniadaan mudik merupakan solusi tepat menekan penularan Covid-19.

Humas BNPB Raditya Jati memaparkan bahwa indikasi kenaikan angka kematian mulai terlihat sejak 23 April lalu.

Selama periode itu, kasus kematian meningkat 3,7 persen dan angka kesembuhan mengalami penurunan cukup besar yaitu 17,1 persen dari minggu-minggu sebelumnya.

"Padahal momen Idul Fitri yang identik dengan mudik atau pulang kampung tinggal menghitung hari," ujar Raditya di Jakarta, Kamis (6/5).

Raditya menerangkan, ada 5 provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi di minggu ini, yaitu Jawa Tengah naik 35 kasus (303 vs 338), Riau naik 24 (67 vs 91), NTB naik 15 (1 vs 16), Kep. Bangka Belitung naik 13 (12 vs 25), dan NTT naik 9 (4 vs 13).

Berdasarkan data tersebut, kata dia, langkah untuk menetapkan peniadaan mudik dinilai tepat.

Pasalnya, meningkatnya mobilitas penduduk bisa berdampak pada meningkatnya jumlah kasus aktif.

"Masyarakat diingatkan, mengambil keputusan bijak dalam menyambut libur lebaran Idul Fitri 1442 H tahun ini karena Indonesia masih dalam masa pandemi," papar Raditya.

Seperti disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo bahwa psoko harus sebisa mungkin dapat memfasilitasi kebutuhan mudik virtual.

"Berikan ruang untuk bisa berkomunikasi melalui mudik virtual, posko juga menyediakan mudik virtual ini," kata Doni dalam acara Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/4).*

Tag:

comments