Menko Airlangga: Subsidi KUR untuk UMKM Naik Jadi 21,8% Mulai Juli 2021
search

Menko Airlangga: Subsidi KUR untuk UMKM Naik Jadi 21,8% Mulai Juli 2021

Zona Barat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat acara Penyaluran KUR bagi UMKM Mitra Platform Digital di Kantor Kemenko Perekonomian pada Rabu (23/9). Foto: Politeia.id/Arya Alexander.

Politeia.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM naik 3 persen menjadi 21,8 persen mulai Juli-Desember tahun ini.

"Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang tambahan subsidi pada bunga KUR sehingga menjadi 3% selama 6 bulan, mulai 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2021," ujar Airlangga dalam Rapat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, di Jakarta, Senin (3/5).

Ia menjelaskan, porsi kredit UMKM baru mencapai 18,8 persen terhadap total kredit perbankan.

Porsi untuk UMKM tersebut perlu ditingkatkan secara bertahap setidaknya menjadi lebih dari 30 persen di tahun 2024.

Dengan penambahan subsidi bunga KUR dan mengubah kebijakan pelaksanaan KUR, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp4,39 triliun untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama Juli-Desember mendatang.

Tambahan prosi ini membuat total kebutuhan anggaran tambahan subsidi bunga KUR tahun 2021 menjadi Rp7,84 triliun.

Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Nasional ini menambahkan, pemerintah juga menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR, salah satunya yaitu perubahan skema KUR tanpa jaminan yang awalnya tertinggi adalah Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

"Skema KUR tetap, namun untuk skema KUR Kecil ditambahkan ketentuan nilai KUR tanpa jaminan hingga Rp100 juta," katanya.

Selain itu, penerima KUR Kecil dapat menjadi peserta BPJS Tenaga Kerja.

Hal tersebut untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Selanjutnya, pemerintah juga mengatur kebijakan penambahan ketentuan KUR Khusus untuk UMKM, atau komoditas sektor produktif lain yang bisa dikembangkan menjadi KUR khusus.

"Ketentuan sebelumnya KUR khusus hanya untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat dan perikanan rakyat," papar Airlangga.

Ia menyebut, pemerintah juga memutuskan untuk menambah plafon KUR 2021 dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun.

"Peningkatan plafon tersebut merupakan respon atas antusiasme pelaku UMKM yang tinggi akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah dan juga harapan pemulihan usaha UMKM," tutup Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyebut bahwa secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR sejak Januari 2021 sampai dengan 29 April 2021 telah mencapai sebesar 82,56 triliun rupiah (32,63% dari target tahun 2021 sebesar Rp253 triliun) dan diberikan kepada 2,28 juta debitur sehingga total outstanding KUR sebesar 252,92 triliun rupiah dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,71%.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai 29 April 2021, realisasi kebijakan KUR pada masa pandemi sebagai berikut:

a. Realisasi tambahan subsidi bunga KUR per 31 Desember 2020 telah diberikan kepada 7,02 juta debitur dengan baki debet Rp186,5 triliun.

b. Realisasi penundaan angsuran pokok per 29 April 2021 telah diberikan kepada 1,76 juta debitur dengan baki debet Rp70,53 triliun.

c. Perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp47,51 triliun. Penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 16 debitur dengan baki debet Rp2,49 miliar.*

Tag:

comments