Usir Jamaah Salat Pakai Masker, Pengurus Masjid Bekasi: Ulama Lebih Tinggi dari Pemerintah
search

Usir Jamaah Salat Pakai Masker, Pengurus Masjid Bekasi: Ulama Lebih Tinggi dari Pemerintah

Zona Barat
Polisi memfasilitasi upaya perdamaian antara pengurus masjid di Bekasi dengan seorang jamaah. Foto: Politeia/Twitter.

Politeia.id -- Sebuah video yang memperlihatkan perdebatan antara jamaah yang melakukan salat dengan pengurus Masjid Al Amanah di Bekasi viral di media sosial pada Senin (3/5).

Video berdurasi 2,2 menit itu viral setelah dibagikan oleh penggiat media sosial Eko Kuntadhi di akun Twitternya pada Minggu malam.

Dalam unggahannya, Eko mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di masjid di Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Masjid di Harapan Indah, Bekasi. Pengurusnya mengusir orang yang mau sholat pakai masker," tulis Eko.

Dalam video itu, terlihat seorang pria yang sedang menjalankan salatnya tetap memakai masker.

Melihat itu, salah satu orang pria yang diduga merupakan pengurus masjid, mendatangi pria itu dan mendesaknya membuka masker saat melakukan salat di masjid.

Bersama dengan pengurus masjid, ada juga dua pria muda berbaju hitam dan merah marun dan seorang perempuan yang ikut mendesak pria itu melepaskan masker.

Ketiga pria pengurus masjid pun mengusir pria itu untuk keluar dari masjid atau mencari masjid lain yang ada aturan tetap memakai masker.

Terjadi perdebatan sengit antara kedua belah pihak, dengan pria yang menjalankan salat tetap bersikukuh memakai masker sebagaimana dianjurkan pemerintah.

Sementara, ketiga pria pengurus masjid mengelilingi pria salat itu sambil memarahi dan menunjuk-nunjuk dengan tangan agar pria salat segera melepaskan maskernya.

"Hoi... Copot masker! Ini masjid bukan pasar. Dilarang pakek masker. Ada ayatnya!" kata pria pengurus masjid.

"Tapi, masker itu aturan dari pemerintah. Protokol kesehatan!" ujar pria yang menjalankan salat.

Seorang pria berbaju merah marun pun menimpali pria salat bahwa ketika berada di masjid, sudah semestinya mengikuti aturan masjid.

Dia bahkan mengatakan aturan ulama lebih besar dari pemerintah.

"Kita tidak ada perbedaan antara masjid dan pasar. Ulama lebih tinggi dari pemerintah," kata pria muda itu.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menegaskan, kasus yang terjadi Masjid Al Amanah, Kelurahan Medansatria, Kecamatan Medansatria pada 27 April itu sudah diselesaikan secara damai.

Kepolisian Kota Bekasi telah memfasilitas proses perdamaian kedua belah pihak, yaitu atas nama Bapak Roni Oktavian dengan Ustadz Abdur Rahman.

"Untuk kasus ini, Bpk Roni Oktavian dan Ustad Abdur Rahman telah menyelesaikan masalah ini secara damai dan musyawarah," ujar Tri.

Ia menyayangkan kasus ini terjadi karena mestinya setiap masjid adalah rumah bagi siapapun, terlebih bagi jamaah yang datang beribadah.

"Semoga tidak ada lagi kejadian serupa, kita semua wajib untuk saling mengingatkan ditengah pandemi. Adapun dalam mengingatkan harus tetap mengedepankan adab dan kelembutan," pungkasnya.*

Tag:

comments