Polisi Tetapkan Ustadz di Depok Tersangka Hoaks `Babi Ngepet`
search

Polisi Tetapkan Ustadz di Depok Tersangka Hoaks `Babi Ngepet`

Zona Barat
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Siregar saat memberikan keterangn pers. Foto: PMJ News.

Politeia.id -- Polres Metro Depok menetapkan Ustadz Adam Ibrahim (AI) sebagai tersangka penyebaran hoaks "Babi Ngepet" yang viral di media sosial pada Selasa (27/4).

AI ditangkap setelah Polisi melakukan interogasi dan penyelidikan terhadap tujuh tokoh masyarakat di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Dari penuturan warga didapatkan fakta bahwa isu "Babi Ngepet" itu tidak benar-benar terjadi, tapi direkayasa oleh AI agar ia menjadi lebih terkenal dan memiliki pengikut majelis taklim yang bertambah.

"Sebagai tokoh masyarakat ternyata dia tidak terlalu terkenal di kampungnya. Tujuannya supaya lebih terkenal di kampungnya," ungkap Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Kamis (29/4).

Edwin menceritakan, AI sudah merencanakan rekayasa peristiwa tersebut sejak sebulan lalu.

Untuk mencapai sasarannya, ia meminta bantuan kedelapan temannya. Mereka mengarang cerita seolah babi yang mereka miliki itu adalah babi ngepet hasil tangkapan di sebuah kebun Suratiyo di Kel. Bedahan, Sawangan, Depok.

Disebutkan, kondisi babi saat ditangkap adalah memakai kalung berwarna hitam berbentuk tasbeh dan memakai ikat di kepala berwarna merah serta berwarna hitam dan sebesar anjing dewasa.

Menurut cerita AI, penangkapan babi ngepet tersebut dilakukan dengan cara telanjang bulat oleh warga Bedahan, Sawangan.

AI mengklaim bahwa babi ngepet itu merupakan perubahan wujud dari seorang manusia menjadi babi.

"Babi Ngepet", kata AI, menjadi makhluk yang sering mencuri uang warga di kampung. Adi Firmanto, misalnya, kehilangan uang 2 juta. Oleh AI, peristiwa kehilangan itu dikarenakan oleh babi ngepet.

Padahal, babi tersebut dibeli AI dari toko online seharga Rp900 ribu. Ditambah dengan ongkos kirim sebesar Rp200 ribu, total Rp1,1 juta.

"Tim mereka yang berjumlah 8 orang tadi, seolah-olah mengarang cerita ada 3 orang 1 orang turun tanpa menapakkan kaki kemudian keduanya pergi naik motor tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan," terang Edwin.

AI menjadi otak dari rekayasa "Babi Ngepet". Atas kasus ini AI pun mendekam di sel.

AI dijerat Pasal 14 ayat 1 atau 2 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan para saksi, pada 27 April pukul 00.00 WIB dilakukan penangkapan seekor babi, namun para saksi tidak ada yang mengetahui dan melihat secara langsung terkait dengan peristiwa berubahnya seorang manusia menjadi seekor babi, hanya berdasarkan cerita dari AI.

Pada saat penangkapan para saksi hanya melihat seekor babi yang berada di sekitar kandang yang ternyata telah disiapkan oleh ustad AI di sebelah rumahnya.

Kemudian babi tersebut ditangkap oleh para saksi dari berdasarkan aba-aba dari saudara AI.

Para saksi menunggu di belakang rumah saudara AI dan tidak boleh keluar dan melihat proses perubahan manusia menjadi babi.

Diketahui para saksi hanya berkomunikasi melalui Whatsapp, dan harus mematuhi perintah dari saudara AI.*

Tag:

comments