KEK Kendal Diproyeksi Tarik Investasi hingga Rp72 Triliun pada 2025
search

KEK Kendal Diproyeksi Tarik Investasi hingga Rp72 Triliun pada 2025

Zona Barat
KEK Kendal. Foto: Jababeka.

Politeia.id -- Pemerintah memproyeksikan optimasi KEK Kendal dapat menarik investasi sebesar Rp72 triliun dan tenaga kerja sebanyak 20.000 orang pada 2025.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan, saat ini KEK Kendal sudah menarik investasi senilai Rp19,3 triliun. Angka tersebut, kata dia, akan terus bergerak naik.

Mayoritas investor di KEK Kendal berasal dari berbagai negara diantaranya Taiwan, Cina, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, Singapura, termasuk Indonesia.

Dengan potensi investasi saat ini, Enoh mengatakan dapat membuka lapangan kerja untuk 9.000 orang.

"Dari hasil evaluasi kami memang kinerja KEK Kendal itu sudah sangat baik," ujar Enoh dalam rilis yang terima Politeia.id, Selasa (27/4).

Ia menjelaskan, dari 1.000 Hektar luasan lahan yang menjadi KEK, saat ini telah dikembangkan seluas 200 Hektar dimana di dalamnya telah terdapat 66 tenant, 16 diantaranya sudah berproduksi, dan 9 tenant sedang dalam tahap konstruksi.

Dari sisi kinerja ekspor, saat ini pelaku usaha di KEK Kendal telah melakukan ekspor senilai Rp118 miliar pertahun.

Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kendal memproyeksikan, pasca Covid-19 investor dari negara-negara di AS, Eropa, dan lainnya akan masuk berinvestasi di KEK Kendal.

Enoh mengklaim bahwa dengan berbagai kelebihannya, KEK Kendal diharapkan akan menjadi sebuah kawasan industri yang berbeda dan mampu untuk menjadi destinasi investasi terbaik di Indonesia.

Kelebihan KEK Kendal ada pada fasilitas fiskal dan non fiskal, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah.

Selain itu diberikan pula berbagai kemudahan untuk mendapatkan fasilitas tersebut.

Enoh berharap, keberadaan Kawasan Industri akan memberikan dampak positif bagi sektor lainnya seperti pariwisata dan juga UMKM.

"Pengelola Kawasan punya kewajiban untuk menyediakan ruang untuk UMKM," pungkasnya.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk memberi dukungan pada keberadaan KEK Kendal dan berharap KEK Kendal dapat berkembang dengan lebih pesat bahkan menjadi percontohan KEK yang berhasil di Indonesia.

Menurut Dico, keberadaan KEK Kendal juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kendal.

IPM yang baik dapat terlihat dari serapan tenaga kerja meningkat, tingkat pengangguran menurun, pendidikan lebih baik, dan lapangan kerja terbuka seluas-luasnya untuk masyarakat Kendal dan sekitarnya.

"Tentunya ini akan memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian, bukan hanya di Kendal tapi juga Jawa Tengah," katanya.

KEK Kendal ditetapkan melalui PP Nomor 85 Tahun 2019, dengan target agar unggul dalam sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi, dan pada aplikasi khusus yang mendukung industri 4.0 serta logistik yang berbasis Industri 4.0.*

Tag:

comments