Penyidik KPK Tersangka Korupsi, Politisi PKS: Ibarat Pagar Makan Tanaman
search

Penyidik KPK Tersangka Korupsi, Politisi PKS: Ibarat Pagar Makan Tanaman

Zona Barat
Wakil Sekjen PKS Mardani Ali Sera. Foto: Politeia/Twitter.

Politeia.id -- Wakil Sekjen PKS Mardani Ali Sera menyentil keterlibatan penyidik KPK Stephanus Robin Patujju dalam kasus korupsi yang menjerat Walikota Tanjungbalai M Syahrial yang kini telah ditahan KPK.

Stephanus telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menerima gratifikasi senilai Rp1,5 miliar dari Syahrial sebagai upaya menghambat penyidikan kasus korupsi yang menimpanya.

Menurut Mardani, keterlibatan penyidik KPK dalam kasus Walikota Tanjungbalai merupakan puncak dari gunung es. Masih ada banyak kasus serupa yang melibatkan oknum KPK.

Sebagai lembaga antikorupsi, kata Mardani, KPK kini telah dirongrong oleh anggotanya sendiri, di tengah komitmen Ketua KPK Firli Bahuri yang ingin mengembalikan persepsi positif publik terhadap KPK.

"KPK itu ibarat pagar yang menjaga keIndonesiaan kita yang adi luhung, anti korupsi, dan guyub dalam berkebaikan. Mesti menjadi sosok pagar yang kuat, alih-alih memiliki pagar yang makan tanaman," ujar Mardani dalam pernyataan tertulis di akun Twitter-nya, Selasa (27/4).

Hemat Mardani, penetapan tersangka penyidik KPK kali ini menjadi bukti bahwa lembaga antirasuah itu sedang mengalami krisis internal dan perlu diperbaiki.

"Berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi di internal KPK secara tidak langsung memosisikan lembaga tersebut dalam titik krisis," katanya.

Ia berharap, pimpinan KPK bertindak secara adil dalam proses pidana yang melibatkan anggotanya sendiri.

Ia juga mendesak KPK melakukan penyelidikan mendalam terhadap oknum terkait dalam kasus-kasus lain yang melibatkan dirinya.

"Tidak bisa ditawar, sistem pengawasan di internal harus segera diperbaiki. Ini penting agar kepercayaan publik yang kerap jadi kekuatan KPK tidak tergerus.
KPK jg mesti menggali lebih jauh pihak lain yg memberikan uang kepada penyidik tersebut. Karena bukan tidak mungkin kejadian ini baru pertama kali," tandasnya.

Anggota Komisi II DPR ini berharap KPK segera memulihkan kepercayaan masyarakat sebagai lembaga yang tegas dan berwibawa dalam menegakkan hukum.

"Belum hilang harapan kita untuk melihat KPK yg `bertaring` dan `bertaji` lagi. Publik menunggu putusan tersebut untuk menyelamatkan kebangkrutan modal sosial yaang tengah KPK hadapi," tukasnya.*

Tag:

comments