KPK Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Walikota Tanjung Balai, Nama Azis Syamsuddin Disebut
search

KPK Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Walikota Tanjung Balai, Nama Azis Syamsuddin Disebut

Zona Barat
Ketua KPK Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait penetapan tiga tersangka dugaan kasus korupsi Walikota Tnajung Balai, Jumat (23/4). Foto: Politeia/KPK.

Politeia.id -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Walikota Tanjung Balai Tahun 2020-2021.

Ketiganya adalah Stephanus Robin Patujju (Penyidik KPK), Maskur Husein (Pengacara), dan M Syahrial (Walikota Tanjung Balai).

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, untuk kepentingan penyidikan, tersangka SRP ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Jakarta, sedangkan MH ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sementara itu, tersangka MS saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Tanjung Balai.

Firli menjelaskan, awal mula perkara diduga terjadi ketika SRP dan MS melakukan pertemuan pada Oktober 2020 di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ). AZ diketahui memfasilitasi pertemuan itu.

"AZ memperkenalkan SRP dengan MS, karena diduga MS memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjung Balai yg sedang dilakukan KPK," ujar Firli dalam keterangan pers yang diterima Politeia.id, Jumat (23/4).

Kala itu, SRP mengenalkan MH kepada MS untuk bisa membantu permasalahannya.

SRP bersama MH bersepakat membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan korupsi di Tanjung Balai agar tidak ditindaklanjuti KPK dengan menyiapkan uang Rp1,5 miliar.

Firli mengatakan, sudah ada delapan orang yang diperiksa untuk mencari bukti-bukti dan keterangan.

Selain ketiga tersangka, KPK memeriksa GN, sopir dari MS; RA, saksi dari swasta; AS, orang kepercayaan MH; MC, saksi swasta sekaligus adik SRP; dan RC, saksi swasta dan saudara dari RA.

Dalam penyelidikan, KPK menemukan bukti lain, seperti dokumen, rekening, buku tabungan, kartu ATM, dan petunjuk lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 12 huruf a atau i dan Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Firli meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum Penyidik KPK.

"Perilaku ini sangat tidak mencerminkan sikap Pegawai KPK yg harus menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya," katanya.

Selain penanganan tindak pidana tersebut, KPK selanjutnya akan melaporkan dugaan pelanggaran etik ini kepada Dewan Pengawas KPK.

"KPK memastikan penanganan perkara ini akan dilakukan secara transparan dan mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi prosesnya," tutup Firli dalam keterangannya.*

Tag:

comments