Akselerasi Vaksinasi Lansia, Pemerintah Luncurkan Program Home Care dan Home Delivery
search

Akselerasi Vaksinasi Lansia, Pemerintah Luncurkan Program Home Care dan Home Delivery

Zona Barat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat acara Penyaluran KUR bagi UMKM Mitra Platform Digital di Kantor Kemenko Perekonomian pada Rabu (23/9). Foto: Politeia.id/Arya Alexander.

Politeia.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan "Program Home Care & Home Delivery Vaksinasi 10.000 Lansia untuk Negara" pada Rabu (21/4) untuk mengakselerasi vaksinasi terhadap kelompok lansia.

Program ini diinisiasi Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILLCOVID19) dan mendapat sambutan hangat dari pemerintah.

Program Home Care dimaksdukan sebagai penjemputan lansia menuju sentra vaksinasi, sedangkan Home Delivery adalah penyelenggaraan vaksinasi di lokasi lansia berada.

"Dalam penanganan pandemi Covid-19 ini tidak cukup dilakukan hanya oleh pemerintah, namun diperlukan partisipasi dari semua elemen masyarakat. Kesadaran masyarakat dan peran aktif lembaga-lembaga swadaya masyarakat, tokoh - tokoh masyarakat, dan para relawan sangat diperlukan," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis kepada Politeia.id, Rabu (21/4) malam.

Menurut Airlangga, kedua program ini merupakan salah satu bentuk dukungan komunitas dalam penanganan Covid-19, khususnya untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 adalah Program Vaksinasi 10.000 Lansia untuk Negara.

Diuraikan Airlangga, vaksinasi sudah mencapai 17 juta suntikan, termasuk untuk lansia yang telah mencapai sebanyak 3,2 juta suntikan.

Untuk lansia, meliputi pemberian vaksin dosis pertama sebanyak 2,2 juta (10,54%); dan dosis kedua sebanyak 1,0 Juta (4,86%) dari target sebanyak 21,5 juta lansia.

Sementara itu, program vaksinasi untuk lansia di 11 Kabupaten/Kota sudah mencapai di atas 50 persen.

Jakarta Pusat termasuk wilayah dengan capaian vaksinasi yang tertinggi (82,95%), diikuti Kabupaten Badung (78,21%), Jakarta Selatan (76,43%), dan Kota Surabaya (69,86%).

Di sisi lain, capaian vaksinasi lansia di wilayah lainnya masih lebih rendah dibandingkan vaksinasi petugas publik. Di Bali (26%), Yogyakarta (19%), dan Sulawesi Utara (6%).

Airlangga berharap kegiatan vaksinasi 10.000 Lansia untuk Negara ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat lansia di wilayah dengan capaian vaksinasi yang rendah.

"Vaksinasi kepada lansia harus dipercepat karena separuh dari kejadian fatal akibat Covid-19 terjadi pada lansia meskipun jumlah lansia hanya 12% dari total kasus Covid-19. Hal ini disebabkan sebagian besar pasien lansia rentan memiliki penyakit dan tidak bisa bertahan," pungkas Ketua Umum Partai Golkar.*

Tag:

comments