Gempa M6,4 Guncang Nias, BMKG Minta Warga Waspadai Hoaks
search

Gempa M6,4 Guncang Nias, BMKG Minta Warga Waspadai Hoaks

Zona Barat
Ilustrasi gempabumi. Foto: Politeia/Shutterstock.

Politeia.id -- Gempabumi berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah barat daya Nias, Sumatra Utara, pada Selasa (20/4) sekira pukul 06.58.22 WIB.

BMKG meminta masyarakat tetap mengikuti kemajuan informasi dari otoritas terpercaya dan tidak boleh terpengaruh informasi palsu.

"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidakdapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis yang diterima Politeia.id, Selasa (20/4).

Menurut Bambang, hasil analisis awal BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M=6,4 kemudian di menjadi magnitudo M=6,1.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,17 LU dan 96,48 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 140 km arah Barat Daya Nias, pada kedalaman 16 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas tektonik pada Lempeng Samudera Hindia (outer rise).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun ( normal fault).

Adapun guncangan gempabumi dirasakan Nias Barat II-III MMI di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Getaran gempabumi terasa sampai ke AekGodang, Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pakpak Bharat, Aceh Singkil II MMI, Gunung Sitoli I-II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

BMKG menghimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tutup Bambang.*

Tag:

comments