Komisi III DPR Desak Pemerintah Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang
search

Komisi III DPR Desak Pemerintah Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang

Zona Barat
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani. Foto: Politeia.id/DPR.

Politeia.id -- Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mendesak pemerintah mencabut paspor milik Jozeph Paul Zhang, terduga penghina agama Islam yang video kontroversinya viral.

Pencabutan paspor itu dapatkan dilakukan melalui Direktorat Jenderal (DItjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

"Berdasar pasal 25, maka dapat dilakukan penarikan paspor," ujar Arsul kepada media di Jakarta, Senin (19/4).

Pasal 25 Permenkumham menjelaskan bahwa jika pemegang paspor telah dinyatakan sebagai tersangka atas perbuatan pidana yang diancam dengan hukum paling kurang 5 (lima) tahun atau statusnya dalam red-notice interpol, maka paspornya dapat ditarik oleh pejabat imigrasi yang berwenang.

Wakil Ketua Umum PPP ini menegaskan, jia pencabutan paspor yang tidak dapat dilakukan secara fisik, masih ada mekanisme lain yang bisa diambil Ditjen Imigrasi.

Berdasarkan Pasal 35 huruf h, termuat ketentuan mengenai pencabutan paspor bila upaya secara fisik tidak bisa dilakukan.

Jozeph Paul Zhang mendadak viral karena pernyataan kontroversialnya yang menyebut dirinya sebagai nabi ke-26 dalam sebuah video berjudul "Puasa Lalim Islam" viral di Youtube miliknya baru-baru ini.

Video tersebut akhirnya mengundang kemarahan dari umat Islam dan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Komite Pemberantasan mafia Hukum sejak 17 April 2021.

Jozeph diduga melakukan pelanggaran pidaha ujaran kebencian sesuai Pasal 454 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 20166 tentang ITE dan 156a KUHP.

Tidak Berada di Indonesia

Dari catatan perlintasan Imigrasi menyatakan bahwa Jozeph Paul Zhang telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.

Meski diketahui tidak sedang di Indonesia, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan kasus ini akan tetap diselidiki.

"Sedang didalami, lengkapi dokumen penyidikannya," ujar Agus kepada wartawan, Minggu (18/4).

Menurut Agus, dalam penyelidikan yang dilakukan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Imigrasi.

Terkait video tersebut, Agus memastikan kepolisian akan turun tangan menjalankan tugasnya.

Bareskrim Polri sendiri akan memasukan Jozeph Paul Zhang ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Bahkan Jozeph bisa dideportasi dari negara tempat dia berada saat ini.

"Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau enggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan," papar Agus.*

Tag:

comments