Potensi Siklon Tropis Surigae, BNPB Minta 9 Provinsi Ini Siaga
search

Potensi Siklon Tropis Surigae, BNPB Minta 9 Provinsi Ini Siaga

Zona Barat
Citra satelit Himawari terkait adanya Siklon Tropis Surigae di perairan Samudera Pasifik utara Papua Barat pada Jumat (16/4). Foto: Politeia/BMKG.

Politeia.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintruksikan para pemangku kebijakan tingkat kabupaten/kota di 9 provinsi agar dapat melaksanakan upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi beberapa dampak tidak langsung Siklon Tropis Surigae.

Instruksi tersebut merujuk pada analisis BMKG yang menemukan bahwa Siklon Tropis Surigae yang saat ini sedang terjadi di perairan Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat diperkirakan mengalami kenaikan intensitas dalam 24 jam ke depan dan terus bergerak mengarah ke barat laut.

Kendati Siklon Tropis Surigae cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun tetap memberikan dampak tidak langsung bagi sejumlah provinsi di tanah air.

Menurut prediksi BMKG, hingga Sabtu (17/4) pukul 19.00 WIB, posisi siklon tropis tersebut masih akan berada di perairan Samudera Pasifik dan diperkirakan bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11.7 LU dan 129.7 BT, atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna.

BMKG memperkirakan siklon tropis ini akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

Akibat adanya pergerakan dan fenomena siklon tropis tersebut, maka BMKG memprediksi dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di sembilan provinsi.

Kesembilan provinsi berpotensi terdampak siklon tropis meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Picu Gelombang Tinggi

BMKG juga menurunkan laporan bahwa akibat badai topan tersebut, memicu gelombang tinggi air laut.

Gelombang air laut setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, dan Perairan Biak hingga Jayapura.

Selanjutnya, gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Kep. Talaud dan Perairan utara Halmahera.

Adapun gelombang air laut setinggi 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

BNPB pun menghimbau para pemangku kebijakan melakukan koordinasi dan sinergi, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Selain itu, melakukan persiapan sarana dan prasarana, peningkatan kesiapsiagaan dan membangun rencana kontijensi dan pelaksanaan SOP penanganan darurat berbasis penerapan protokol kesehatan bersama Satgas Covid-19.

Kemudian penyebaran informasi melalui media dan kearifan lokal, pengalokasian APBD, pembinaan dan pengawasan serta monitoring wilayah dan pelaporan hasil pelaksanaan penanggulangan bencana dari bupati/wali kota kepada Kementerian Dalam Negeri.

Tag:

comments