Vaksinasi Covid-19 Baru Capai 15,8 Juta, Pemerintah Minta Partisipasi Swasta
search

Vaksinasi Covid-19 Baru Capai 15,8 Juta, Pemerintah Minta Partisipasi Swasta

Zona Barat
Pemerintah minta partisipasi luas swasta untuk vaksin mandiri. Foto: Politeia/Kemenkes.

Politeia.id -- Kementrian Kesehatan melaporkan bahwa total pemberian vaksin Covid-19 baru mencapai 15,8 juta per 13 April 2021. Keterlibatan sektor swasta untuk vaksin mandiri diperlukan untuk mendorong percepatan vaksinasi.

Menurut data Kemenkes, tahap atau suntikan pertama vaksin baru mencapai 10.377.734 orang (25,72%) sedangkan vaksinasi kedua baru 5.433.715 penerima (13,47%).

Secara statisitik, jumlah tersebut baru 8,7 persen dari total 181,5 juta penerima vaksin yang ditargetkan.

Kemenkes merinci, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan sudah mencapai masing-masing 1,45 juta penerima pada tahap pertama dan 1,31 juta orang pada tahap kedua, dari target 1,47 juta penerima.

Untuk petugas publik, baru mencapai 6,81 juta pada tahap pertama dan 3,39 juta tahap kedua dari target 17,32 juta penerima.

Sementara itu, untuk lansia baru menyasar 2,1 juta penerima tahap pertama dan 722 ribu tahap kedua dari target 21,5 juta penerima vaksin.

Buka Partisipasi Swasta

Menanggapi lambannya proses vaksinasi, pemerintah pun membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong yang telah ditutup pendaftarannya hingga tahap 2 oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Sekitar 7.000 ribu perusahaan telah terdaftar untuk berpartisipasi dalam vaksin mandiri, atau non pemerintah.

KADIN sendiri menargetkan pemberian vaksin mandiri kepada 20 juta karyawan swasta yang bekerja di perusahaan atau pekerja informal.

"Antuasias cukup tinggi dari perusahaan-perusahaan yang akan berpartisipasi. Dan Kamar Dagang Indonesia, KADIN, yang berencana untuk membuka lagi pendaftaran untuk tahap ketiga," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis yang diterima Politeia.id, Selasa (13/4).

Wiku menjelaskan, pemerintah kini tengah mematangkan persiapan untuk pelaksanaan vaksin Gotong Royong yang segera dimulai.

Sementara perusahaan-perusahaan swasta sudah siap melaksanakannya, dan tengah menunggu kepastian impor vaksin yang dilakukan oleh PT Bio Farma, produsen vaksin dalam negeri yang ditunjuk pemerintah.

Wiku menambahkan, pemerintah juga terus memastikan bahwa program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi.

"Karenanya pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia," tutup Wiku.*

Tag:

comments