Hujan Lebat Guyuri Kabupaten Bandung, Seorang Warga Tertimbun Longsor
search

Hujan Lebat Guyuri Kabupaten Bandung, Seorang Warga Tertimbun Longsor

Zona Barat
Sejumlah warga membersihkan material longsor di Desa Neglasari, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Minggu (11/4). Foto: BPBD Bandung.

Politeia.id -- Eroh (50), seorang warga dari Desa Neglasari, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing sawah setinggi 30 meter, Minggu (11/4).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, peristiwa tanah longsor yang kemudian mengakibatkan satu warga menjadi korban itu terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dan kondisi tanah labil.

Saat kejadian, korban sedang berada di area persawahan dekat tebing yang longsor. Sendirian di lokasi kejadian, korban tidak sempat tertolong ketika ditimpa longsoran sawah.

"Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandung telah melakukan penilaian dan berkoordinasi dengan aparat setempat (untuk mengevakuasi korban)," ujar Raditya dalam keterangan yang diterima Politeia.id, Senin (12/4) sore.

Hujan deras sepanjang hari yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan fasilitas publik di wilayah Rancaekek dan Banjaran.

Dalam insiden itu, tidak ada korban jiwa. Namun sejumlah mobil milik warga dilaporkan rusak.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Gefisika (BMKG) mengeluarkan informasi prakiraan cuaca yang menyebutkan bahwa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat hingga dua hari ke depan.

BMKG juga memberikan peringatan waspada cuaca ekstrem bagi sejumlah wilayah meliputi Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.

BNPB pun menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah tersebut.

"Seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat juga diharapkan dapat mempersiapkan segala hal yang dianggap perlu untuk mengantisipasi adanya dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan dan pohon tumbang," tutup Raditya dalam keterangannya.*

Tag:

comments