Doakan Korban Gempa Malang, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Waspada terhadap Bencana
search

Doakan Korban Gempa Malang, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Waspada terhadap Bencana

Zona Barat
Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita untuk korban gempa Malang. Foto: Politeia/Biro Pers Setkab.

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya korban gempa bumi di wilayah Jawa Timur.

Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter terjadi pada Sabtu (10/4) siang, menewaskan 8 orang warga dan 39 lainnya luka-luka.

"Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Kabinet, Minggu (11/4).

Bencana alam datang silih berganti, menerjang hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia setiap tahunnya.

Kepala Negara menyadari bahwa Indonesia adalah salah satu negara "ring of fire" (cincin api) yang rentan terhadap potensi bencana alam.

Mulai dari letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir, puting beliung, angin kencang, banji bandang hingga paling berbahaya adalah tsunami.

"Saya perlu mengingatkan bahwa kita ini berada di wilayah `ring of fire`, di wilayah cincin api. Oleh karena itu, aktivitas alam dapat terjadi setiap saat. Kapan saja," kata Jokowi.

Untuk itu, presiden dua periode meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepekaan terhadap ancaman bencana alam. Sekaligus tetap waspada terhadap berbagai dampak yang ditimbulkannya.

Dalam situasi bencana, lanjut Jokowi, yang tak kalah penting adalah kerjasama dan gotong royong untuk meminimalisir dampak yang lebih besar dari bencana alam.

"Saya mengingatkan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota untuk terus menghimbau masyarakat untuk mempererat kerjasama dan meningkatkan kewaspadaan akan datangnya sebuah bencana," tutur mantan Walikota Solo.

Jokowi menambahkan bahwa ia telah memerintahkan otoritas kebencanaan untuk mengevakuasi dan menangani warga terdampak gempa bumi.

Penanganan bencana, kata Jokowi, harus dilakukan secara baik dan terukur sehingga tidak menyisakan trauma panjang di antara korban.

"Saya telah memerintahkan kepada kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, dan Menteri PUPR serta Panglima TNI dan Kapolri, juga Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban yang tertimpa reruntuhan, dan melakukan perawatan kepada korban yang luka-luka dan juga penanganan dampak dari adanya gempa bumi tersebut," pungkas Jokowi.

BNPB mencatat, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 8 orang dan 39 orang mengalami luka-luka.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati merinci korban meninggal dunia sebanyak lima orang di Kabupaten Lumajang.

Kemudian tiga orang meninggal di Kabupaten Malang.

"Ada 39 orang tercatat mengalami luka-luka. Sebanyak 36 orang mengalami luka ringan, 2 orang luka sedang, dan 1 orang luka berat," ujar Raditya dalam konferensi pers, Minggu (11/4) sore.

Sementara itu, dampak kerusakan di sektor pemukiman tercatat di 15 kabupaten dan kota di wilayah Jatim.

Total rumah rusak dengan kategori berbeda berjumlah 2.848 unit, dengan rincian rusak berat 642 unit, rusak sedang 845 dan rusak ringan 1.361.

Gempa bumi juga menimbilkan kerusakan fasilitas umum dengan total kerusakan sejumlah 179 unit.*

Tag:

comments