Kembali Naik, Kasus Positif Covid-19 Tembus 1,55 Juta Orang
search

Kembali Naik, Kasus Positif Covid-19 Tembus 1,55 Juta Orang

Zona Barat
Kenali perbedaan kanker paru-paru dan Covid-19. Foto: CNN/Net.

Politeia.id -- Jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia kembali naik, demikian laporan BNPB pada Kamis (8/4) siang.

Otoritas melaporkan bahwa ditemukan 5.504 kasus baru pada Kamis, naik dari sebelumnya 4.860 kasus.

Dengan temuan kasus baru, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1,55 juta kasus, tepatnya 1.552.880 kasus.

Peningkatan jumlah juga terjadi di kasus meninggal. Sebanyak 163 pasien Covid-19 dinyatakan meninggal hari ini, naik dari sebelumnya 87 orang.

Dengan ini, maka total pasien meninggal sebanyak 42.227 orang.

Ada kabar bahwa jumlah pasien yang sembuh mengalami peningkatan. Kamis ini, ada 7.640 orang sembuh, atau naik dari sebelumnya 5.769 orang.

Pasien sembuh kini total telah mencapai 1,39 juta orang. Masih ada sekitar 153.489 orang yang dirawat di rumah sakit maupun diisolasi mandiri.

Untuk mencegah peningkatan laju penyebaran virus, pemerintah antara lain mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini.

Kementrian Perhubungan sedang menyiapkan aturan untuk menyekat arus mobilitas transportasi untuk membatasi potensi mobilisasi masyarakat besar-besaran selama perayaan keagamaan Islam tersebut.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita tegas untuk melarang mudik dan kami juga menghimbau agar Bapak/Ibu yang berkeinginan mudik untuk tinggal di rumah saja," ujar Budi Karya usai Sidang Kabinet Paripurna membahas Penanganan Covid-19 Menghadapi Bulan Puasa dan Libur Idulfitri Tahun 2021, Rabu (7/4).

Sementara itu, Satgas Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran antara lain mengatur soal peniadaan mudik, protokol kesehatan selama perayaan Ramadhan dan salat Idulfitri, serta kebijakan optimalisasi pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Aturan peniadaan mudik tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan.

"Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 6-17 Mei 2021 dan akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau dengan perkembangan terakhir di lapangan," ujar Doni dalam SE tersebut.*

Tag:

comments