Lamban Tangani Bencana, Kepala BPBD NTT Dicopot Gubernur Viktor Laiskodat
search

Lamban Tangani Bencana, Kepala BPBD NTT Dicopot Gubernur Viktor Laiskodat

Zona Barat
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto: Istimewa/Net.

Politeia.id -- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mencopot Kepala BPBD NTT Thomas Bangke dari jabatannya pada Rabu (7/4).

Viktor menilai Kepala BPBD NTT itu lamban dalam merespon bencana besar yang terjadi di provinsi kepulauan sejak pekan lalu.

Sekretaris Daerah NTT Benediktus Polo Maing dalam keterangannya mengatakan bahwa pemecatan Kepala BPBD NTT sudah berdasarkan evaluasi kinerja.

"Iya, sudah (dipecat). Alasannya, dalam kondisi dan situasi seperti ini, Pak Gubernur (Viktor Laiskodat) menilai respon cepat (dari Kepala BPBD) kurang," ujar Benediktus kepada wartawan.

Sebagai penggatinya, Viktor mendapuk Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka untuk menjalankan tugas penanganan dan pemulihan bencana.

Benediktus menambahkan, selain mencopot Kepala BPBD, Viktor juga memarahi Bupati Kupang Korinus Masneno usai rapat koordinasi virtual bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja di Aula El Tari Kompleks Kantor Gubernur NTT.

Korinus dimarahi karena juga dianggap lamban menangani bencana di Kabupaten Kupang.

Viktor pun meminta Korinus untuk mencopot Kepala BPBD Kabupaten Kupang jika segera berbenah.

Viktor menilai sistem pendataan dan pelaporan dari BPBD Kabupaten Kupang terkait bencana dan dampak serta korban sangat buruk.

Dalam kunjungan selama dua kali ke Kabupaten Kupang, ia mendapati masyarakat dan korban yang terdampak bencana ditangani dengan baik oleh pemerintah daerah.

Politisi Partai Nasdem itu mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus menangani korban terdampak bencana secara baik dan terukur.

Keselamatan dan keamanan masyarakat terdampak sangat diprioritaskan dalam kondisi bencana.

"Kita tidak mau satupun masyarakat NTT mengalami masalah karena tidak sempat diurus," pungkas Viktor.

Bencana siklon tropis Seroja yang melanda NTT sejak Minggu lalu, menimbulkan korban dan merusakan berbagai infrastruktur warga.

Sebanyak 138 warga meninggal dunia akibat bencana. Sementara, 74 orang hilang dan 64 masih dalam pencarian.

BNPB, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan masyarakat setempat bahu-membahu mengevakuasi dan memulihkan masyarakat terdampak bencana.

Bantuan dan kantong donasi pun digalakkan seluruh elemen masyarakat untuk membantu korban bencana.*

Tag:

comments