Bencana NTT, BNPB: 128 Meninggal Dunia, 72 Orang Hilang
search

Bencana NTT, BNPB: 128 Meninggal Dunia, 72 Orang Hilang

Zona Barat
Perumahan warga di NTT rusak akibat bencana. Foto: Humas BNPB/Twitter.

Politeia.id -- Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 128 orang.

Jumlah ini bertambah 34 orang sejak rilis terakhir pada Senin (5/4) sebanyak 84 orang korban meninggal.

"Total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah NTT," ujar Raditya Jati, Humas BNPB kepada media, Selasa (6/4).

Raditya menjelaskan, untuk korban meninggal terdapat di tiga kabupaten. Ketiga kabupaten ini terletak berdekatan, persis di daerah paling dekat dengan siklon tropis.

Ia merinci, jumlah korban meninggal di Lembata sebanyak 67 orang, Flores Timur 49 orang dan Alor 12 orang.

72 Hilang, 8.863 Mengungsi

Raditya menambahkan bahwa jumlah korban yang hilang sebanyak 72 orang, atau bertambah 1 orang sejak rilis terakhir pada Senin.

Warga yang hilang berasal dari Alor sebanyak 28 orang, Flores Timur 23 orang dan Lembata 21 orang.

Lebih lanjut, Raditya mengatakan bahwa akibat bencana banji dan tanah longsor di sejumlah daerah, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi.

Di Sumba Timur, sebanyak 7.212 orang mengungsi, Lembata 958 orang, Rote Ndao 153 KK, Sumba Barat 284 orang, dan Flores Timur 256 orang.

BNPB juga mencatat bahwa akibat bencana, sebanyak 1.962 rumah warga hancur, 119 rumah rusak berat, 118 rumah rusak sedang, dan 34 rumah rusak ringan.

Sementara itu, sebanyak 14 unit fasilitas umum rusak berat, 1 rusak ringan dan 84 terdampak bencana.

Kepala BNPB Doni Monardo dan rombongan pada Senin sudah meninjau lokasi bencana, antara lain di Adonara dan Lembata.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini hari ini juga sudah terjun ke lokasi bencana untuk memantau langsung upaya evakuasi dan penyaluran bantuan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh menteri atau lembaga terkait bencana bertindak cepat dan terukur dalam upaya penanganan dan pemulihan warga terdampak bencana NTT.

"Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB (Doni Monardo), kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial (Tri Rismaharini) Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuldjono), serta Panglima TNI (Hadi Tjahjanto) dan Kapolri (Listyo Sigit Prabowo) untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana serta penanganan dampak bencana," ujar Jokowi dalam pernyataan pers, Senin (5/4).

Dalam upaya penanganan bencana, Jokowi mendesak para menteri dan pimpinan lembaga kebencanaan agar segera menyalurkan bantuan berupa pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, serta juga perbaikan infrastruktur.*

Tag:

comments