Presiden Jokowi: Penanganan Bencana NTT Harus Cepat dan Terukur
search

Presiden Jokowi: Penanganan Bencana NTT Harus Cepat dan Terukur

Zona Barat
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Setpres.

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo menegaskan keprihatinannya terhadap bencana yang menimpa masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala negara menginstruksikan segenap pimpinan kementrian atau lembaga dan otoritas kebencanaan untuk segera melakukan upaya pemulihan warga terdampak bencana secara cepat dan terukur.

"Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB (Doni Monardo), kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial (Tri Rismaharini) Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuldjono), serta Panglima TNI (Hadi Tjahjanto) dan Kapolri (Listyo Sigit Prabowo) untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana serta penanganan dampak bencana," ujar Jokowi dalam pernyataan pers, Senin (5/4).

Dalam upaya penanganan bencana, Jokowi mendesak para menteri dan pimpinan lembaga kebencanaan agar segera menyalurkan bantuan berupa pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, serta juga perbaikan infrastruktur.

Di akhir pernyataannya, Jokowi menyampaikan dukacita mendalam atas kepergiaan puluhan warga NTT yang terdampak bencana.

"Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. Saya juga memahami kesedihan yang dialami saudara-saudari kita akibat dampak yang ditimbulkan dari bencana," ungkapnya.

Selanjutnya, Jokowi menghimbau agar masyarakat NTT tetap mengikuti petunjuk mitigasi bencana yang diarahkan para petugas di lapangan.

Mantan walikota Solo juga meminta masyarakat agar tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana di tengah tingginya cuaca ekstrem.

"Saya menghimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan. Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah," paparnya.

84 Warga Meninggal, 71 Hilang

Hingga Senin (5/4), otoritas kebencanaan melaporkan bahwa jumlah korban bencana sudah mencapai 84 orang, dengan 71 orang diantaranya hilang.

Masih banyak warga terdampak yang belum ditemukan dan sedang dalam pencarian tim evakuasi.

Bencana NTT tahun ini merupakan bencana terbesar yang pernah dialami masyarakat di provinsi kepulauan itu.

Lebih dari 10 kabupaten/kota di NTT terdampak bencana, antara lain banjir, angin kencang, tanah longsor.

Akibat bencana, rumah warga, fasilitas publik, layanan telekomunikasi, listrik, dan lahan pertanian rusak serta peternakan warga terbawa banjir.

Belum diketahui total kerugian material dari bencana yang mengenaskan ini.

Pemerintah pusat sudah mulai menyalurkan bantuan, baik berupa uang tunai maupun berupa peralatan untuk evakuasi dan pemulihan bencana dan warga terdampak.*

Tag:

comments