Presiden Jokowi Minta Masukan Masyarakat Soal Pra-Desain IKN Baru
search

Presiden Jokowi Minta Masukan Masyarakat Soal Pra-Desain IKN Baru

Zona Barat
Visualisasi desain IKN baru di Kaltim. Foto: Istimewa.

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo membuka pintu saran dan masukan masyarakat mengenai pra desain ibukota negara baru (IKN) karya seniman patung Nyoman Nuarta di Kalimantan Timur.

Hal itu menyusul kritik sejumlah arsitek terkait desain Istana Negara berbentuk burung Garuda yang dianggap tidak ramah lingkungan.

"Salah satu usulan pradesain bangunan ikonik di ibukota negara yang baru adalah Istana Negara karya Nyoman Nuarta. Saya mengharapkan masukan dari Anda semua tentang pradesain," ujar Jokowi melalui akun Twitter-nya, Jumat (2/4).

Jokowi mafhum bahwa masukan dan kritik publik sebelum pembangunan IKN dimulai sangat diperlukan.

Dengan masukan publik, desain arsitek Nyoman Nuarta bisa kembali diperkaya atau dimodifikasi menjadi desain dasar agar segera dimulai pembangunannya.

Lagipula, pradesain IKN baru belum final dan masih terbuka untuk diperdebatkan oleh masyarakat.

"Dengan masukan-masukan itu nantinya, saya akan mengundang kembali para arsitek dan para ahli lainnya untuk melakukan pengkayaan pradesain menjadi basic desain Istana Negara," kata Jokowi.

"Usulan ini, sekali lagi, masih pada tahap pradesain. Karena itu, saya sangat mengharapkan masukan dari bapak, ibu, dan saudara-saudara semua tentang pradesain Istana Negara ini," imbuh Jokowi.

Jokowi amat mengapresiasi keunggulan karya anak bangsa yang termanifestasi dalam pradesain IKN rancangan biro arsitek Nuart Consultant milik Nyoman Nuarta.

Menurutnya, pradesain IKN merupakan salah satu bukti kemajuan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah saing dengan arsitek luar negeri.

"Saya mengharapkan Istana Negara ini jadi kebanggaan bangsa, sekaligus mencerminkan kemajuan bangsa," ungkap mantan Walikota Solo.

Di kesempatan terpisah, Jokowi menjelaskan duduk perkara soal desain garuda di calon Istana Negara.

Menurut Jokowi, pada 2020 Kementerian PUPR mengundang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan dan gagasan mengenai bangunan ikonik di IKN baru.

Dari usulan yang masuk, salah satunya adalah pradesain Istana Negara karya seniman patung kenamaan Nyoman Nuarta berbentuk burung Garuda.

Jokowi mengatakan usulan itu sarat dengan filosofi lambang Burung Garuda sebagai pemersatu bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Nmaun bagi sejumlah arsitek dan pemerhati bangunan, desain bangunan Istana Negara tersebut tidak mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia saat ini.

"Bangunan istana negara berbentuk burung Garuda atau menyerupai Garuda merupakan simbol di dalam bidang arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital," kata Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, I Ketut Rana Wiarcha.

Menurut Ketut, gedung patung burung tersebut tidak mencerminkan upaya pemerintah dalam mengutamakan `forest city` atau kota yang berwawasan lingkungan.

Pihaknya merekomendasikan bentuk burung Garuda disesuaikan untuk menjadi monumen atau tugu yang menjadi landmark.

Ketut mengusulkan agar perancangan kawasan maupun tata ruang IKN harus menjadi model bangunan sehat beremisi nol di masa depan.*

Tag:

comments