Presiden Jokowi: Selamat Memperingati Jumat Agung 2021
search

Presiden Jokowi: Selamat Memperingati Jumat Agung 2021

Zona Barat
Presiden Jokowi mengucakan selamat memperingati Jumat Agung 2021. Foto: Kompas.com

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat memperingati perayaan Jumat Agung 2021 kepada umat Kristiani Indonesia. Jumat Agung adalah perayaan peringatan kematian Yesus atau Isa Almasih.

"Selamat memperingati Jumat Agung (2021)," ujar Jokowi melalui akun Twitter-nya, Jumat (2/4).

Jokowi percaya dan yakin bahwa meski Indonesia sedang dilanda pandemi virus corona, itu tidak berarti bangsa ini akan kalah dan menyerah begitu saja.

Berbagai upaya dilakukan untuk bisa mengatasi krisis akibat pandemi, meski hal itu tidak mudah dilakukan.

Namun Jokowi optimis bahwa kerjasama seluruh komponen masyarakat bisa memudahkan peperangan melawan pandemi.

"Di balik setiap kesulitan yang dihadapi umat manusia, di balik setiap pengorbanan, akan ada kemudahan," ungkap Jokowi optimis.

Adapun perayaan Paskah 2021, seperti tahun sebelumnya, masih dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Transmisi virus corona belum mereda meski sudah berjalan setahun lebih.

Pemerintah menganjurkan agar kegiatan ibadah dijalankan dengan tetap memperhatikan disiplin 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas meminta agar umat Kristiani tetap menanamkan spirit Paskah untuk membangun bangsa dan negara meski perayaan Paskah dirayakan dalam kondisi pandemi.

Salah satunya adalah semangat menyebarkan cinta kasih dan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.

Mari membuka hati dan peduli kepada sesama. Nilai ini sangat penting, terlebih di tengah pandemi yang sudah lebih setahun ini mendera bangsa. Kepedulian ibarat pupuk agar iman tidak mati, dan itu bagian dari makna dan bentuk pertaubatan," ujar Gus Yaqut di Jakarta, Kamis (1/4).

Sementara itu, untuk memastikan keamanan perayaan Paskah, Polri telah menerjunkan puluhan ribu personel ke setiap gereja di berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu dilakukan menyusul serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret dan serangan terduga teroris di Mabes Polri tiga hari setelahnya.

Selama beberapa tahun terakhir, rumah ibadah umat Kristiani sering menjadi target serangan kelompok teror. Karena itu, penjagaan dan pengamanan di gereja-gereja perlu diperketat.*

Tag:

comments