Perempuan Diduga Teroris Serang Mabes Polri, Pasukan Istana Siaga
search

Perempuan Diduga Teroris Serang Mabes Polri, Pasukan Istana Siaga

Zona Barat
Perempuan diduga teroris menyerang Mabes Polri. Foto: Tangkapan Layar/Merdeka.

Politeia.id -- Seorang perempuan yang diduga merupakan anggota salah satu jaringan teroris menyerang Markas Besar Polri pada Rabu (31/3) sore. Pasukan istana kepresidenan melakukan siaga keamanan.

Peristiwa penyerangan ini terjadi hanya berselang tiga hari sejak serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3), akhir pekan lalu.

Dalam video rekaman CCTV yang beredar, perempuan berinisial ZA itu mengenakan pakaian serba hitam dengan jilbab berwarna biru.

Di tangannya, ia meneteng sebuah map berwarna kuning. Isi map tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan Polisi.

Sebelum berhasil menembak sasarannya, perempuan itu dilumpuhkan aparat hingga tewas di tempat.

Mula-mula, perempuan itu menghampiri pos penjagaan dan menodongkan pistol ke objek sasarannya.

Ia juga menodongkan pistol ke arah lubang pelaporan pos penjagaan.

Menanggapi serangan itu, dua orang polisi keluar dari pos penjagaan, namun karena perempuan itu menodongkan senjata, keduanya langsung kembali ke dalam.

Sambil terus berjalan mencari sasarannya, perempuan itu melepaskan beberapa tembakan.

Beberapa polisi tampak keluar mengamati pergerakannya.

Beberapa detik kemudian, polisi pun melepaskan tembakan untuk melumpuhkan serangannya. Ia pun tewas di tempat.

Salah seorang tukang parkir, AR, kepada media mengaku menyaksikan langsung aksi perempuan itu meletuskan tembakan ke arah aparat.

Saat itu, posisinya sedang menjaga parkiran di pintu utama seberang Gedung Bareskrim.

AR menerangkan, sempat terjadi baku tembak antara anggota dan pelaku terjadi sebelum perempuan itu mati.

"Saya melihat tuh pas aksi tembak-tembakan sampai terorisnya meninggal. Saya lihat langsung," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa ada dua terduga teroris yang berhasil masuk ke Mabes Polri melakukan penyerangan.

Selain perempuan bercadar, ada seorang laki-laki yang mengantar perempuan itu masuk ke dalam kompleks Mabes Polri.

Merespon insiden tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran akhirnya turun ke lokasi kejadian.

Sejumlah polisi lengkap dengan senjata laras panjang bersiaga di lokasi untuk memperketat penjagaan.

Namun sampai saat ini, Mabes Polri belum memberikan keterangan publik.

Di sisi lain, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan bahwa pasukannya siaga melakukan pengamanan di kawasan Istana Kepresidenan menyusul serangan itu.

"Dua puluh empat jam Paspampres siaga, Tidak pernah menganggap situasi aman," ujar Agus kepada media.

Ia mengatakan, penjagaan di kawasan Istana Kepresidenan dilakukan secara berlapis dalam mengantisipasi semua potensi ancaman dari luar.

"Personel, senjata, K9, kendaraan, panser, melaksanakan pengamanan berlapis. Antisipasi ancaman yang timbul," terang Agus.*

Tag:

comments