Paus Fransiskus Berdoa untuk Korban Bom Katedral Makassar pada Perayaan Minggu Palma
search

Paus Fransiskus Berdoa untuk Korban Bom Katedral Makassar pada Perayaan Minggu Palma

Zona Barat
Paus Fransiskus. Foto: Vatican News

Politeia.id -- Paus Fransiskus mendoakan semua korban kekerasan, termasuk korban bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Paus Fransiskus saat meditasi singkat untuk Angelus setelah Misa Minggu Palma, Minggu (28/3).

"Khususnya korban penyerangan pagi ini di Indonesia di depan Katedral Makassar," kata Paus Fransiskus mengutip Vatican News.

Bom meledak di gerbang Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, M.H. Thamrin, Kota Makassar, Ahad pagi, usai umat Katolik setempat menjalani ibadah Misa Minggu Palma.

Akibat ledakan itu, dua pelaku teror diduga kuat tewas di lokasi, sementara ada 20 orang, yang di antaranya petugas keamanan gereja dan masyarakat mengalami luka-luka.

Korban luka-luka saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Di hari kejadian, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) juga mengecam aksi bom bunuh diri di Katedral Makkasar.

"Kecaman keras atas tindakan bom bunuh diriyang merendahkan martabat manusia, menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan, dan menambah daftar panjang tindakan terorisme di bumi Nusantara yang kita cintai," kata Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Mgr Yohanes Harun Yuwono dalam rilis pers yang diterima Politeia.id, Minggu (28/3).

Uskup Yohanes mengatakan KWI menyatakan keprihatinan, doa dan dukacita mendalam atas peristiwa menciderai rasa kemanusiaan seluruh bangsa, yang telah mengakibatkan adanya korban luka-luka.

"Peristiwa bom bunuh diri tersebut bukan hanya menjadi keprihatinan umat Katolik semata, melainkan keprihatinan seluruh bangsa dan negara Indonesia," jelas dia.

Pelaku anggota JAD

Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Sudah kita dapatkan inisial L, (pelaku). Bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku yang beberapa waktu lalu, telah kita amankan," ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo usai mengunjungi gereja setempat, Minggu malam.

Ia mengatakan, pelaku diketahui tergabung dalam kelompok JAD, dan pernah melaksanakan kegiatan operasi terorisme di Jolo, Philipina pada 2018 lalu.

`Untuk inisial pelaku sudah kita dapatkan, dan kita tindaklanjuti untuk melaksanakan pemeriksaan terkait dengan DNA yang bersangkutan, agar bisa pertanggungjawabkan secara ilmiah," tegasnya.

Sedangkan untuk terduga pelaku bom bunuh diri tersebut, sebut Kapolri, sebanyak dua orang sudah meninggal dunia, dan 19 orang jemaat serta petugas keamanan atau Satpam. Namun demikian, Sigit belum membuka inisial salah satu pelakunya.

Kapolri mengungkapkan, pelaku tersebut merupakan salah seorang bagian dari kelompok JAD yang beberapa waktu lalu ditangkap di Makassar, Sulsel pada kompleks Villa Mutiara, Sudiang dan Kabupaten Enrekang pada Januari 2021.

"Mereka adalah kelompok beberapa waktu yang lalu (ditangkap), ada kurang lebih 20 orang, dari kelompok JAD yang kita amankan. Mereka bagian dari itu. Inisial dan data-datanya sudah kita pastikan sesuai," beber orang nomor satu Polri ini.

Tag:

comments