Klaim Kasus Serius, Rizieq Shihab Minta Ketemu Jaksa Secara Langsung
search

Klaim Kasus Serius, Rizieq Shihab Minta Ketemu Jaksa Secara Langsung

Zona Barat
Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab. (Foto: Ist)

Politeia.id -- Mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meminta sidang pembacaan nota keberatan atau eksepsi terkait kasus kerumunan digelar secara offline.

Rizieq Shihab akan membacakan eksepsi terkait tiga kasus yakni kasus kerumunan di Petamburan, kasus kerumunan di Megamendung, dan kasus tes swab Covid-19 di RS Ummi, Bogor.

Menurut Rizieq, masalah yang dia hadapi dalam kasus itu sangatlah serius. Dia merasa harus membela diri secara maksimal.

"Karena itu saya mau berhadapan langsung dengan JPU (jaksa penuntut umum) kelak nanti, saksi-saksi yang memberatkan baik saksi fakta maupun ahli," kata Rizieq seperti dilansir dari akun YouTube Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (23/3).

Dalam kesempatan itu, Rizieq Shihab menyinggung kasus penembakan enam eks anggota laskar FPI. Dia menilai, pengawalnya itu telah dibunuh dengan keji.

"Dan telah menyebabkan bukan itu saja. Saya mengalami tekanan-tekanan yang luar biasa, organisasi dibubarkan, keluarga saya ATM-nya semua dibekukan, pengawal saya dibunuh," ucapnya.

"Sudah menyangkut masalah yang betul-betul penuh dramatisir dan politisir. Saya minta sekali lagi dengan sangat, saya hanya akan membacakan yaitu eksepsi saya secara langsung dalam ruang sidang," kata Rizieq lagi.

Rizieq melalui pengacaranya juga menjamin akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, saat menjalani sidang offline.

Setelah mendengarkan hal itu, Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa mengabulkan permohonan Rizieq Shihab dan pengacaranya.

"Memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa dalam persidangan pada setiap hari sidang. Memerintahkan agar salinan penetapan ini segera disampaikan kepada terdakwa, penasihat hukumnya, keluarganya, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dan Rutan Negara," kata Suparman.

Hakim memutuskan hal ini untuk dua perkara, yakni kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan kasus kerumunan di Megamendung, Bogor.

Kendati begitu, jika Rizieq melanggar jaminannya, maka penetapan hari ini akan ditinjau kembali.

"Sidang ditunda hari Jumat, 26 Maret jam 09.00 WIB," kata Suparman.

 

Tag:

comments