BMKG: Potensi Hujan Lebat Wilayah Jakarta Terjadi Hingga 25 Februari
search

BMKG: Potensi Hujan Lebat Wilayah Jakarta Terjadi Hingga 25 Februari

Zona Barat
Kondisi banjir di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Foto: Politeia.id/Twitter.

Politeia.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa potensi hujan lebat di wilayah Jakarta masih terjadi hingga 25 Februari 2021.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut disebabkan oleh adanya seruakan udara dari Asia yang cukup signifikan mengakibatakan peningkatan awan hujan di Indonesia bagian barat.

Selain itu, BMKG melihat adanya aktivitas Rossby equatorial mengakibatkan perlambatan dan pertemuan angin dari arah utara membelok tepat melewati Jabodetabek, sehingga terjadi peningkatan intensitas pembentukan awan-awan hujan.

Menurut BMKG, tingkat labilitas dan kebasahan udara di sebagian besar wilayah Jawa bagian barat yang cukup tinggi juga menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Hasil pantauan BMKG juga memperlihatkan adanya daerah pusat tekanan rendah di Australia bagian utara yang membentuk pola konvergensi di sebagian besar Pulau Jawa dan berkontribusi juga dalam peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di barat Jawa.

Dalam laporannya pekan lalu, BMKG mengatakan bahwa hujan akan terjadi pada malam hari hingga dini hari.

Pada 23-24 Februari, BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat setelah pada 21-22 Februari cenderung melemah.

Menurut BMKG, curah hujan yang terjadi saat ini di Jakarta sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan curah hujan pada Januari 2020 yang juga menyebabkan banjir di wilayah itu.

Hasil pantauan BMKG, wilayah Jabodetabek masih masuk puncak musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2021.

Musim hujan ini dipengaruhi dengan fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga 40 persen berlangsung setidaknya hingga Mei 2021.

Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 96 persen dari Zona Musim telah memasuki musim hujan.

Diprakirakan pada Maret-April 2021 curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi menengah hingga tinggi (200-500 mm/bulan).

Pada Mei, Indonesia memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau dan pada Juni-Agustus sebagian besar curah hujan kategori menengah-rendah (20-150 mm/bulan).

BMKG memprediksi, akan terjadi kemarau pada September, sementara Oktober memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan dan diprakirakan November kembali memasuki musim hujan.

BMKG menghimbau masyarakat tetap waspada dan siaga menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang bakal terjadi.*

Tag:
comments