153 Pasar di Jabodetabek Jadi Target Vaksinasi Massal
search

153 Pasar di Jabodetabek Jadi Target Vaksinasi Massal

Zona Barat
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan dan Meneri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tinjau vaksinasi Covid-19 pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2). Foto: Kompas.com.

Politeia.id -- Pemerintah menargetkan pemberian vaksin bagi kelompok pedagang di 153 pasar di Jabodetabek.

"Jadi ini di Jakarta sendiri ada 153 titik pasar. Tadi saya dengan Pak Gubernur Anies, kalau bisa bikin kegiatan satu pekan atau dua pekan untuk kegiatan (vaksinasi) pasar," ujar Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu saat konferensi pers di Tanah Abang, Rabu (17/2).

Menurut data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dari 153 pasar, 122 adalah pasar pangan dan 31 pasar non-pangan.

Pasar terbesar di wilayah ini adalah Pasar Induk Kramat Jati, yang menjadi pusat ritel dan grosir pangan.

Tahapan pemberikan vaksin kepada pedagang telah dimulai di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/2) dengan total sasaran 10 ribu orang.

Penyuntikan vaksin tahap kedua setelah tenaga kesehatan (tahap pertama) itu akan berlangsung selama 5-6 hari.

Kemenkes menargetkan vaksinasi pedagang total sebanyak 55 ribu orang menurut data awal yang terdaftar.

Kemenkes tetap membuka kemungkinan peserta lain jika ada yang belum terdaftar untuk menerima vaksin.

Dengan penambahan jumlah pedagang, Kemenkes juga menargetkan vaksinasi kepada pedagang pasar bisa dilakukan lebih dari lima hari.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid-19 tahap kedua dilakukan dengan pilot project kepada para pedagang pasar.

Pasar menjadi sasaran utama karena merupakan pusat keramaian yang memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih intens ketimbang di kantor.

Satgas Covid-19 mencatat ada 107 klaster Covid-19 di pasar rakyat wilayah DKI Jakarta yang terjadi selama PSBB transisi fase I tahun lalu.

Artinya, pasar tradisional sangat berisiko terhadap penularan Covid-19.

"Kita akan masuk ke pasar di Jakarta secara bertahap," kata Budi Gunadi.

Ia berharap vaksinasi bisa melindungi mereka dari risiko penularan Covid-19.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pelaksanaan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Siti Khalimah meminta agar pedagang di Tanah Abang jangan khawatir untuk menerima suntikan vaksin Sinovac.

Ia menargetkan, pelaksanaan vaksinasi di Pasar Tanah Abang dengan kurang lebih 10 ribu orang terdaftar bisa diselesaikan dalam waktu 6 hari.

"Tapi pendataan akan terus dilakukan, karena sebelumnya masih ada sebagian pedagang yang belum berani," katanya dalam sebuah keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/2).

Ia berharap, setelah melihat pelaksanaan vaksinasi hari Rabu, pedagang yang lainnya dapat termotivasi untuk ikut divaksinasi.

"Kita akan lakukan evaluasi setiap harinya," ujar Siti yang juga adalah Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA.

Kemenkes pun menghimbau agar pedagang yg belum terdata, segera mendaftarkan diri ke PD Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Tanah Abang untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Sebab, semakin banyak yang divaksin maka akan melindungi lebih banyak orang dari potensi penularan Covid-19.*

Tag:
comments