Jokowi Klaim Bendungan Tapin Kalsel Bisa Tekan Risiko Banjir
search

Jokowi Klaim Bendungan Tapin Kalsel Bisa Tekan Risiko Banjir

Zona Barat
Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, Kamis (18/2). Foto: @jokowi/Twitter.

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa Bendungan Tapin di Provinsi Kalimantan Selatan bisa menekan risiko banjir di daerah itu.

"Laporan yang saya terima, bahkan sebelum diresmikan pun, kehadiran Bendungan Tapin sudah mengurangi banjir di daerah sekitarnya," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2).

Bendungan Tapin memiliki kapasitas 56,77 juta meter kubik dengan area genangan mencapai 425 hektar.

Bendungan ini dibangun sejak 2015, dengan menelan anggaran Rp986 miliar.

"Lima tahun dibangun, Bendungan Tapin telah selesai dan saya resmikan hari ini, seraya ikut menebar benih ikan patin, nila, gabus, dan papuyu di kawasan bendungan," kata Jokowi.

Jokowi menandaskan, meski bisa menekan risiko banjir, pemerintah daerah mesti tetap memperhatikan kompleksitas permasalahan yang menyebabkan banjir di wilayah itu.

Jokowi melihat bahwa permasalahan banjir disebabkan banyak faktor. Salah satunya karena penggundulan hutan.

"Tetap harus ada penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan penghutanan kembali daerah aliran sungai," papar Jokowi.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terjadi penurunan jumlah hutan di Kalsel hingga 62,8 persen dalam 30 tahun terakhir (1990-2019).

Penurunan terbesar terjadi selama 1990-2000. Penurunan luas hutan pada periode tersebut sebanyak 55,5 persen.

Saat ini, proporsi luas area berhutan hanya 18,2 persen dengan 15 persen merupakan hutan alam dan sisanya 3,2 persen merupakan hutan tanaman.

Sementara itu, ada 81,8 persen merupakan area tidak berhutan.

Area tersebut didominasi lahan kering campur semak sebesar 21,4 persen, sawah sebesar 17,8 persen dan perkebunan 13 persen.

Akibat penurunan luas hutan, ketika hujan mengguyur Kalses awal tahun ini, daerah itu mengalami bencana besar, di mana ada 11 kabupaten/kota terdampak banjir.

Ada ribuan warga mengungsi dan puluhan lainnya menjadi korban banjir.

Selain untuk menekan risiko banjir, Jokowi melihat bahwa Bendungan Tapin juga penting dalam memperkuat ketahanan pangan sebab bisa memberikan pengairan untuk 5.472 hektar lahan di kabupaten itu.

"Ini juga sebagai penyedia air baku 0,50 meter kubik per detik. Dan menghasilkan tenaga listrik 3,3 Megawatt," kata Jokowi.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA melaporkan kepada Jokowi bahwa infrastruktur di Kalsel masih mengalami keterbelakangan.

Kehadiran Bendungan Tapin dinilai bisa memperbaiki kondisi di daerah itu.

"Beberapa infrastruktur di kabupaten lain juga mengalami kehancuran, dan sepertinya membutuhkan bendungan ini. Seperti di hulu Sungai Tengah, di bendungan Pancur Hanau," katanya.

Safrizal juga menyampaikan adanya usulan masyarakat maupun pemerintah daerah agar pemerintah pusat membangun jalan lintas barat.

Lintasan tersebut mencakup Marabahan, Tapin, Amuntai, hingga ke Tanjung Perbatasan Kalimantan Timur.

Jika disetujui, itu bisa menjadi alternatif kawasan metropolitan Banjarmasin dan kawasan industri Batulicin.

"Sampai dengan rencana calon ibukota dan hal ini sangat diharapkan. Karena jalan transportasi akibat dari banjir hanya tunggal dan akan timbulkan masalah distribusi logistik kalau hanya tunggal," papar Safrizal.*

Tag:
comments