Polisi Tangkap 11 Orang terkait Mafia Tanah yang Dilaporkan Dino Patti Djalal
search

Polisi Tangkap 11 Orang terkait Mafia Tanah yang Dilaporkan Dino Patti Djalal

Zona Barat
Polda Metro Jaya. Foto: Politeia.id

Politeia.id -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap 11 orang yang diduga terlibat dalam mafia tanah yang dilaporkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

"Tim sidik mengembangkan sampai ke dalangnya dengan pembuktian materiil terhadap 3 tersangka. Total sudah 11 tersangka," kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi saat dikonfirmasi, Rabu (17/2).

Kendati demikian, Dwiasi belum merincikan tentang identitas 11 tersangka yang telah ditangkap polisi tersebut. Dia juga belum merincikan di mana saja para pelaku itu diamankan dan waktu penangkapannya.

"Konstruksi perbuatan sindikat ini sedang dipenuhi alat buktinya oleh Tim Sidik Subdit Harta Benda Ditreskrimum PMJ," ucap dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, ada tiga laporan terkait kasus mafia tanah yang diadukan pihak Dino ke polisi.

Laporan pertama dilakukan pada April 2020 lalu terkait rumahnya di Pondok Indah, laporan kedua pada November 2020 terkait rumahnya di Kemang, dan ketiga pada Januari 2021.

Bentuk tim khusus

Di sisi lain, Yusri mengatakan Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus untuk membongkar sindikat mafia tanah yang kerap berpraktik di wilayah DKI Jakarta.

"Tim itu terdiri dari penyidik Ditkrimum Polda Metro jaya dan satgas mafia tanah dan BPN pusat," terang ujar Yusri Yunus, Selasa, (16/2).

Yusri Yunus menjelaskan salah satu fokus dari tim khusus tersebut adalah mengungkap kasus tanah penasihat Kemenparekraf Dino Patti Djalal.

“Ini jadi bahan perhatian dari Pak Kapolda untuk segera membentuk tim dan saat ini sudah bergerak. Kami mohon kesabaran teman-teman semua untuk bisa mengungkap kasus ini," tutur Perwira Menengah Polda Metro Jaya.

Dia merincikan terungkapnya kasus penggelapan sertifikat tanah milik ibunda Dino Patti Djalal itu berawal ketika pada Januari 2021. Saat itu, kuasa hukum Fredy Kusnadi datang ke rumah Yurmisnawita untuk memproses balik nama Sertifikat Hak Milik No. 8516 di Cilandak Barat milik Yurmisnawita menjadi milik Fredy Kusnadi.

Pada saat itu, Yurmisnawita tidak pernah menjual rumah tersebut, tetapi pada 2019, rumah tersebut sempat akan dijual kepada orang yang mengaku bernama Lina.

Saat itu, Lina menghubungi Yurmisnawita dengan membawa calon pembeli bernama Fredy Kusnadi.

Yurmisnawita menolak karena pemilik asli rumah, Zurni Hasyim Djalal tidak mau menjualnya. Zurni Hasyim Djalal adalah pemilik tanah dan bangunan berupa rumah di Cilandak Barat berdasarkan SHM no. 8516 atas nama Yurmisnawita.

Yurmisnawita menolak karena pemilik asli rumah, Zurni Hasyim Djalal, tidak mau menjualnya. Zurni Hasyim Djalal adalah pemilik tanah dan bangunan berupa rumah di Cilandak Barat berdasarkan SHM no. 8516 atas nama Yurmisnawita

Para tersangka ini dikenakan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pemalsuan dan atau menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau pencucian uang.

 

Tag:

comments