Jawab Rocky Gerung, Romo Benny: Kritik Pedas Berdasarkan Apa?
search

Jawab Rocky Gerung, Romo Benny: Kritik Pedas Berdasarkan Apa?

Zona Barat
Staf khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi (BPIP) Antonius Benny Susetyo. Foto: Politeia.id/Ist

Politeia.id -- Budayawan sekaligus pendiri Setara Institute, Romo Benny Susetyo mengatakan kritik kepada Pemerintah harus berdasarkan data, fakta dan kenyataaan.

Hal ini diutarakan Romo Benny mengomentari pernyataan pengamat politik Rocky Gerung terkait kritik kepada Pemerintah haruslah pedas.

"Setuju, kritik itu pedas, tapi pedas berdasarkan apa? Data, fakta dan kenyataan. Tapi kalau berdasarkan data, fakta dan kenyataan, tapi memanipulasi suatu kebenaran, itu bukan kritik," kata Romo Beny dalam sebuah wawancara bertajuk "Celaka Kritik di Ruang Demokrasi" yang diunggah akun Youtube RKN Media, Selasa (16/2) malam.

Menurut Romo Benny, kritik sangat dibutuhkan dalam ruang demokrasi. Kendati demikian, kritik tidak boleh menghancurkan karakter, membunuh karir seseorang atau mengumpat-umpat hal yang privat.

"Jadi kalau kritik (harus) pedas, setuju. Tapi demokrasi membutuhkan martabat. Martabat apa? Jangan menghancurkan martabat kemanusiaan. Sejauh tidak menghancurkan martabat manusia, sejauh tidak SARA, sejauh tidak merusak karakter seseorang," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Pernyataan kritik harus pedas disampaikan Rocky Gerung dalam wawancaranya dengan Hersuberno Arif yang diunggah di akun Youtube, Minggu (14/2).

Mulanya Rocky Gerung mengomentari pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait permintaan kritik Presiden Jokowi.

Menurut Rocky, apa yang disampaikan SBY dan JK dinilai tidak keluar dari ruang hampa. Ada informasi yang mengalir dari istana sehingga keduanya tahu situasi di dalamnya.

”Kan nggak mungkin Pak JK nggak tahu wong dia puluhan tahun ada di situ. Nggak mungkin Pak SBY bicara kalau nggak dapat info-info dari istana. Kan SBY dan JK keluar dari istana sambil meninggalkan kuping. Jadi tahulah mereka tentang apa yang terjadi di istana,” kata Rocky.

Rocky mengatakan apa yang diungkapkan kedua tokoh tersebut sebenarnya ingin menempatkan kritik pada posisi alaminya.

Menurut dia, kritik tidak bisa dibatasi dengan ukuran memanaskan telinga atau tidak, sopan atau tidak sopan. Karena pada dasarnya makna kritik atau menguraikan, maka kritik baginya harus disampaikan dengan cara tegas.

”Kritik itu bukan soal pedas atau tidak pedas. Kritik itu soal bermutu atau tidak bermutu. Kritik yang bermutu pasti pedas supaya bisa langsung terlihat inti kritiknya. Kan kita tidak bisa mengkritik dengan eufimisme, itu pertanda kalau kita ragu-ragu. Kritik itu harus frontal supaya objek yang dikritik menghasilkan pikiran baru,” jelas Rocky.

Tag:
comments