Bertemu Airlangga, Sandi Bahas Pinjaman Rp9,4T untuk Pemulihan Wisata Bali
search

Bertemu Airlangga, Sandi Bahas Pinjaman Rp9,4T untuk Pemulihan Wisata Bali

Zona Barat
Menparekraf Sandiaga Uno membahas usulan pinjaman Rp9,4 triliun bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wamen Angela Tanoesoedibjo. Foto: @sandiuno/Instagram.

Politeia.id -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno terus bergerilya mencari strategi dan inovasi untuk memulihkan industri pariwisata Indonesia yang terpukul akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Teranyar, Sandi membahas usulan pinjaman lunak (soft loan) senilai Rp9,4 triliun kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk pemulihan wisata di daerah itu.

Sandi pun menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas lebih dalam usulan itu.

Dalam pertemuan itu, Sandi mendapat komitmen untuk segera membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan program-program inovatif yang berbasis data, terukur, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

"Dalam kesempatan ini kami juga membahas usulan program pinjaman lunak dengan total Rp9,4 triliun guna mempercepat pemulihan pariwisata di Bali, membuka lapangan kerja bagi masyarakatnya yang lebih dari 80% bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Sandi melalui keterangan tertulis, Selasa (16/2).

Sandi juga berharap dukungan Kementerian Perekonomian terhadap penerapan Bali Tourism Free Covid-19 Corridor (FCC) atau Koridor Bebas Covid-19 untuk Pariwisata.

FCC saat ini masih dikaji konsepnya untuk diterapkan di Bali sebagai salah satu lokomotif pariwisata dalam upaya mendatangkan wisatawan mancanegara yang telah memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan WHO.

Menurut Sandi, penerapan koridor ini bertujuan untuk menyambut travel bubble, atau pembukaan zona batas lintas negara yang memungkinkan warganya bepergian asal tidak melampaui area yang ditetapkan.

Salah satu syarat membuka perbatasan Bali bagi turis asing adalah wisatawan harus sudah menerima vaksin Covid-19.

"Ini yang perlu menjadi catatan khusus. Semoga Maret dan April dapat segera dilaksanakan," katanya.

Mantan Cawapres 2019 itu mengatakan, "pariwisata menjadi sektor yang paling pertama terkena dampak dari Covid-19".

Ia berharap, pariwisata bisa mengalami perbaikan pada kuartal pertama 2021.

"Kita harapkan sudah terasa perbaikannya di kuartal pertama, sehingga bisa mendorong dan menunjang perekonomian Indonesia yang ditargetkan tumbuh positif tahun ini," papar Sandi.

Adapun usulan pinjaman Rp9,4 triliun mulanya diprakarsai oleh Gubernur Bali I Wayan Koster untuk memulihkan pariwisata di Pulau Dewata yang mengalami penurunan 12 persen.

Pinjaman tersebut rencananya akan dijadikan seperti penempatan uang negara di perbankan yang disalurkan ke pelaku UMKM melalui program pemulihan ekonomi nasional.

Bersama Gubernur Wayan, Sandi telah membahas usulan itu akhir Januari lalu.

Saat bertemu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso pada 20 Januari 2021, Sandi juga membahas usulan pinjaman itu.

Akhir Januari, Sandi pun memberikan kepastian soal pemberian utang itu.

"Cash is king, karena ini sekarang teman-teman pariwisata lokomotifnya berhenti dan ini bagaimana caranya lokomotif ini mulai dinyalakan," tuturnya.*

Tag:
comments