Indonesia Butuh 15 Tahun Tuntaskan Vaksinasi terhadap 181,5 Juta Penduduk
search

Indonesia Butuh 15 Tahun Tuntaskan Vaksinasi terhadap 181,5 Juta Penduduk

Zona Barat
Profesor Gustavo Romero, selaku koordinator riset vaksin Covid-19 di Brasil, menunjukkan vaksin Sinovac dalam uji klinis fase 3 di Rumah Sakit Universitas Brasilia, Brasil, 5 Agustus 2020. Foto: BBC.

Politeia.id -- Indonesia membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk menuntaskan program vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduknya.

Perkiraan tersebut merujuk pada laporan Satgas Penanganan Covid-19 mengenai kesuksesan program vaksinasi selama sebulan berjalan pada Sabtu (13/2).

Menurut data otoritas Covid-19 itu, sejak vaksinasi perdana pada 13 Januari, pemerintah sudah berhasil memvaksinasi 1.060.326 tenaga kesehatan di 34 provinsi.

Dari jumlah tersebut, rata-rata kecepatan vaksin tiap hari baru berkisar di 35 ribu orang.

Dengan kecepatan saat ini, pemerintah membutuhkan waktu sekitar 181 bulan (15 tahun) menyelesaikan vaksinasi terhadap target 181,5 juta orang.

Analisis Bloomberg yang dirilis pada awal Februari terhadap kemampuan vaksinasi Indonesia per hari menyebutkan bahwa Indonesia bisa menyelesaikan lebih cepat program vaksinasi.

Menurut Bloomberg, Indonesia butuh waktu 10 tahun untuk vaksinasi dengan pengandaian rata-rata pemberian vaksin 60 ribu dosis vaksin per hari.

Namun Presiden Joko Widodo menargetkan agar proses vaksinasi bisa mencapai 1 juta orang per hari.

Dengan asumsi 1 juta dosis vaksin per hari, maka Indonesia hanya perlu waktu sekitar 6 bulan untuk menyelesaikan vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduk yang berusia di atas 18 tahun.

Dengan demikian, cita-cita untuk menciptakan `herd immunity` tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Kita harapkan memang targetnya (1 juta per hari), karena kita memiliki 30 ribu vaksinator yang ada di kurang lebih 10 ribu puskesmas dan 3.500 rumah sakit, paling kurang kita bisa target 900 ribu sampai 1 juta yang divaksin," ujar Jokowi usai menerima suntikan kedua vaksin Sinovac di halaman tengah Istana Negara Jakarta, Rabu (27/1) lalu.

Namun dalam ketentuan yang dikeluarkan pemerintah baru-baru ini, disebutkan bahwa program vaksinasi berjalan selama15 bulan atau 450 hari.

Adapun vaksinasi tahap pertama berlangsung dari Januari sampai dengan April 2021. Selanjutnya, untuk tahap kedua akan berjalan mulai Mei 2021 sampai Maret 2022.

Dari perhitungan waktu tersebut, maka Indonesia harus bisa memvaksinasi sekitar 403 ribu orang per hari agar `herd immunity` bisa tercapai tahun depan.

Disebutkan bahwa untuk mencapai `kekebalan kelompok` sebuah negara harus bisa memvaksinasi 75 persen dari total penduduknya.

Menurut pakar epidemiologi Amerika Serikat Anthony Fauci, program vaksinasi tidak akan efektif jika jumlah orang yang divaksin tidak mencapai persentase itu.

Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia dengan 275,3 juta jiwa per 14 Februari 2021, menurut laporan Worldometers.

Dari 181,5 juta penduduk yang menjadi target pemerintah untuk vaksinasi, Indonesia hanya perlu menambah sekitar 25 juta penduduk agar bisa menciptakan kekebalan kelompok.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa program vaksinasi bisa mencapai 70 juta orang tengah tahun ini agar `herd immunity` bisa tercapai tahun depan.

"Mudah-mudahan kami bisa vaksinasi 60-70 juta orang sampai pertengahan tahun," ungkapnya beberapa waktu lalu.*

Tag:
comments