Jokowi Batal Resmikan Bendungan Napun Gete Sikka, NTT
search

Jokowi Batal Resmikan Bendungan Napun Gete Sikka, NTT

Zona Barat
Presiden Indonesia Jokowi. Foto: Politeia.id/Ist

Politeia.id -- Presiden Joko Widodo batal meresmikan Bendungan Bendungan Napun Gete di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jadwal kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Sikka di Pulau Flores itu sedianya akan dilaksanakan pada Selasa (16/2).

Kebenaran informasi mengenai pembatalan tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Setda NTT Marius Jelamu di Kupang, Senin (15/2).

Marius mengatakan bahwa kabar pembatalan tersebut disampaikan pihak istana Presiden di Jakarta.

"Iya benar ditunda, nanti dijadwalkan ulang. Ini penundaan yang kedua,” katanya kepada wartawan, Senin.

Pembatalan kunker ini merupakan yang kedua kalinya. Pada 2 Februari lalu, Jokowi juga diagendakan akan melakukan kunker ke Sikka.

Sebelumnya, menurut pemberitaan media lokal, mobil RI 1 yang akan digunakan Jokowi sudah tiba di Maumere, Minggu (14/2).

Mobil RI 1 tersebut dibawa dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara (AU) dan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere.

Sementara itu, sebanyak 1.000 personel gabungan TNI-Polri diketahui akan mengamankan kunjungan Jokowi.

Bendungan Napung Gete adalah bagian dari perhatian khusus Presiden Jokowi yang menginginkan minimal tujuh bendungan untuk masyarakat NTT.

Adapun Bendungan Napun Gete dibangun menggunakan dana APBN dengan anggaran Rp880 miliar dan diprediksi mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektar.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 11,22 juta m3 dengan luas genangan 99,78 hektar dan menjadi penyedia air baku 214 liter per detik.

Kapasitas tersebut bisa menghasilkan potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 Megawatt.

Napun Gete memiliki kapasitas yang hampir sama dengan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.

Presiden Jokowi sebelumnya berharap bendungan ini bisa membantu pemerintah provinsi NTT dalam mendorong perubahan di bidang pertanian masyarakat NTT.

Terutama untuk mengungkit perekonomian masyarakat Sikka yang umumnya berprofesi sebagai petani.*

Tag:
comments