Natalius Pigai: Pertanyaan `Rasis` Abu Janda Tidak Ada Delik Hukum
search

Natalius Pigai: Pertanyaan `Rasis` Abu Janda Tidak Ada Delik Hukum

Zona Barat
Aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai. Foto: Politeia.id/Net.

Politeia.id -- Aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai akhirnya mengakui bahwa pertanyaan rasis yang dilontarkan Permadi Arya alias Abu Janda kepadanya beberapa waktu lalu pada prinsipnya tidak memiliki delik hukum.

Menurut mantan Komisioner Komnas HAM, pertanyaan Abu Janda "kau sudah selesai evolusi belum?" dalam hukum pidana belum memiliki objek hukumnya.

"Dalam hukum pidana objeknya harus jelas. Abu Janda bertanya `Evolusi selesai belum`?. Memang isinya rasis tapi `bertanya` itu tidak mungkin ada delik hukum," ujar Pigai seperti terlihat di akun Twitter-nya, Senin (8/2).

Pernyataan tersebut dilontarkan Pigai usai bertemu dengan Abu Janda di sebuah hotel di kawasan Jakarta, Senin malam. Pertemuan itu difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam pertemuan itu, terlihat Pigai dan Abu Janda duduk satu meja bersama dengan Dasco. Ketiganya seperti baru saja menyelesaikan makan malam.

Abu Janda tampak mengenakan kemeja garis kotak hitam dipadu dengan blangkon yang kerap ia pakai.

Sementara Pigai mengenakan kemeja batik dengan warna biru muda.

Di tengah keduanya, duduk Dasco yang juga mengenakan kemeja batik biru muda.

Terungkapnya pertemuan Pigai dan Abu Janda disampaikan oleh Dasco dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, Senin malam.

Dasco menulis sebuah `caption` sebagai ungkapan simbolis dari pertemuan itu: "PERKUAT DIRI MEMBANGUN NEGERI, Bersama @natalius_pigai & Abu Janda. Fairmont,8-2-2021."

Adapun pertemuan itu diinisiasi oleh Abu Janda setelah keduanya berseteru di media sosial pada awal Januari lalu.

Perseteruan itu berujung pada pemolisian Abu Janda oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada akhir Januari karena Abu Janda dinilai telah melakukan diskriminasi ras atau rasisme terhadap Pigai.

Sebagai tokoh publik, Pigai tidak mungkin menolak permintaan Abu Janda, entah apa maksud dari pertemuan kedua tokoh tersebut.

"Beliau yang minta bertemu. Saya pemimpin & intelektual yang sangat rasional & tidak mungkin saya tolak untuk menerimanya. Apalagi saya bukan pelapor!" terang Pigai.

Abu Janda sebelumnya memang mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Pigai.

Hal itu diungkapkannya usai diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebagai saksi terkait kasus ujaran rasial pada Kamis (4/2) lalu.

Pasalnya, hingga kasusnya mencuat, masih belum ada komunikasi antara dia dan Natalius Pigai.

Dia mengaku heran pelaporan polisi ini justru tidak didaftarkan oleh mantan Komisioner Komnas HAM tersebut.

"Memang saya belum ada komunikasi, saya justru itu mungkin juga ingin. Karena ini urusan saya sama Bang Pigai, kok jadi orang lain yang laporin," kata Abu Janda di Bareskrim Polri, Jakarta.

Namun demikian, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Pigai jika ada upaya komunikasi yang dibangun antara kedua pihak.

Ia mengakui bahwa cuitannya tidak bertujuan untuk menghina secara rasial terhadap aktivis asal Papua itu.

Sebaliknya, Pigai mengaku tidak kenal dengan yang melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri. Dalam hal ini KNPI.*

Tag:

comments