Sebut Islam Agama Arogan, Abu Janda Kini di Ujung Tanduk
search

Sebut Islam Agama Arogan, Abu Janda Kini di Ujung Tanduk

Zona Barat
Abu Janda. Foto: Istimewa/Net.

Politeia.id -- Bagai `sudah jatuh tertimpa tangga pula`, Abu Janda kini diserang dari berbagai sudut. Setelah dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai, unggahannya yang menyebut Islam agama arogan membuat sejumlah tokoh dan warganet murka.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," tulis Abu Janda di akun Twitter-nya, Minggu (24/1) lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Abu Janda beradu-pendapat dengan Ustaz Tengku Zulkarnain perihal sikap mayoritas dan minoritas.

Ustaz Tengku Zulkarnain mula-mula mengatakan bahwa dalam sejarahnya, ada fakta di mana kaum minoritas pernah bersikap arogan terhadap kaum mayoritas. Salah satunya terjadi di Afrika Selatan melalui politik apartheid.

Tengku Zulkarnain kemudian mengaitkannya dengan fenomena di Indonesia, di mana tidak kalah serunya kaum minoritas mulai menghina kaum mayoritas. Salah satunya dengan menghina para ulama.

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apartheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” tulis Tengku Zul, Minggu (24/1).

Tulisan tersebut kemudian dibalas Abu Janda yang mempersoalkan arogansi agama Islam pada kebudayaan lokal yang berkembang di Indonesia.

Menurut Abu Janda, agama Islam terlalu arogan dengan mengharamkan semua praktik kearifan lokal di masyarakat.

Namun, Tengku Zulkarnain menilai Abu Janda berbicara lewat batas dan bahkan dianggap menghina Islam.

Ustaz Tengku pun mengadukan dan melaporkan Abu Janda kepada Wakil Presiden Maruf Amin.

Dalam aduannya, Tengku Zulkarnain meminta perhatian dari Maruf Amin memproses hukum Abu Janda dengan komentarnya yang menyudutkan Islam.

"Kepada YTH Bapak Yai @KHMarufAmin Mohon bapak perintahkan Polisi utk proses hukum Abu Janda. Kalau tidak saya khawatir, jika tdk diproses, akan ada umat Islam yg marah dan bertindak di luar hukum. Malu NKRI di mata dunia. Matur Nuwun, Yai…," tulisnya.

Sejumlah tokoh dan ormas pun mendukung aduan Tengku Zulkarnain dan meminta agar Abu Janda segera diproses secara hukum.

Nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mengusung prinsip penegakan hukum "tidak tajam ke bawah tumpul ke atas" disebut-sebut warganet dalam perbincangannya di media sosial.

Tengah pekan ini, Dewan Pimpinan Pusat Komit Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri.

Abu Janda dilaporkan atas dugaan telah menyebarkan ujaran kebencian bernada suku, agama, ras dan antar golongan atau SARA, tidak hanya kepada Pigai, melainkan juga terhadap Islam.

"Dalam rangka membuat laporan terhadap Permadi Arya atau Abu Janda atas ujaran di media sosial," kata Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rischa Lubis kepada media, Kamis.

Menurut Rischa, pihaknya telah menemui penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri dan mendapat respon positif dari Kepolisian untuk memproses Abu Janda.

Perbincangan tentang Abu Janda sejak Kamis hingga kini pun trending di media sosial. Warganet mendesak Polisi segera menangkap dan memproses Abu Janda. Namun sampai saat ini belum ada respon dari Polisi.

Ketua Umum KNPI Haris Pertama, yang mengambil inisiatif untuk melaporkan Abu Janda ke Polisi, mengatakan, proses hukum Abu Janda merupakan keniscayaan karena telah membuat gaduh ketika bangsa ini sedang berjuang melewati krisis akibat pandemi.

Ia pun bersumpah akan memantau perkembangan proses hukum di Kepolisian terhadap Abu Janda.

Tidak berhenti di situ, ia pun meminta agar Kepolisian bertindak tegas dengan menangkap Abu Janda.

"Pertaruhan marwah KNPI dan harapan masyarakat Indonesia tentang penegakan hukum yang adil adalah dengan di tangkapnya Abu Janda. Jika Abu Janda tidak tertangkap maka saya mundur menjadi Ketua Umum DPP KNPI!" ujar Haris di akun Twiter-nya, seperti terlihat pada Sabtu (30/1).

Imbas laporan KNPI, sejak Kamis hingga saat ini, perbincangan tentang Abu Janda menjadi trending di media sosial.

Bahkan beberapa topik perbincangan yang terkait dengan nama penggiat media sosial yang mengklaim dirinya sebagai anggota Banser itu ikut trending di media sosial.

Warganet yang tersinggung oleh pernyataan Abu Janda menuntut Polisi menangkap dan memproses Abu Janda.

"Sudah banyak lembaga seperti DPP KNPI, DPR, MUI, PKB, BPNU mendesak polisi untuk menangkap Abu Janda, tapi belum ada tanda tanda pemprosesan. Kira-kira polisi tunggu perintah sama siapa lagi ya?" tulis akun @Teungkutmj.

"Yang dalam hatinya memegang teguh prinsip agama Islam (meski dia pendukung Jokowi) pasti akan marah bila agamanya dihina seperti ini," komentar seorang warganet.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bahkan meminta netizen untuk berhenti mengikuti atau unfollow akun media sosial Abu Janda.

Pemilik Susi Air itu menyesalkan tindakan rasis Abu Janda di tengah perjuangan pemerintah menangani dan mengendalikan pandemi Covid-19.

Menurut Susi, sebagai pendukung pemerintah, Abu Janda seharusnya mengisi kolom media sosial dengan narasi positif agar masyarakat tidak menerima informasi negatif yang bisa menghambat upaya pemerintah.

"Saya pikir saatnya dihentikan ocehan-ocehan model seperti ini yang selalu menyinggung perasaan publik. Tidak sepantasnya dimasa sulit pandemik, hal-hal yang tidak positif dibiarkan. Ayo kita unfollow, dan jangan perdulikan lagi orang-orang seperti ini," tulis Susi di akun Twitter-nya, Jumat (29/1).*

Tag:

comments