Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai, KNPI Polisikan Abu Janda
search

Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai, KNPI Polisikan Abu Janda

Zona Barat
KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareksrim Polri, Kamis (28/1). Foto: Haris Pertama/Twitter.

Politeia.id -- Sepanjang Kamis, tagar "Tangkap Abu Janda" menjadi trending di Twitter. Sebanyak 21 ribu lebih bahasan terkait topik hangat tersebut pada Kamis sore.

Tagar itu ternyata pertama kali digaungkan oleh Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama dalam sebuah pernyataan di akun media sosial Twitter.

"Mari seluruh pemuda dan rakyat Indonesia yang rindu akan keadilan dan kebenaran. Saya menghimbau untuk bersama-sama mendukung POLRI dengan menggaungkan #TangkapAbuJanda," tulis Haris, Kamis (28/1).

Tagar tersebut melambung bersamaan dengan upaya pemolisian yang dilakukan KNPI terhadap Permadi Arya alias Abu Janda yang dinilai melakukan rasisme terhadap Natalius Pigai.

KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait cuitan rasisme kepada Pigai beberapa waktu lalu.

"DPP KNPI resmi melaporkan Permadi Arya (Abu Janda) ke Mabes Polri. Insya Allah kebenaran akan menang. Doa dan dukungan seluruh rakyat Indonesia pasti akan menjadi berkah bagi KNPI," ujar dalam keterangan persnya.

Laporan KNPI diketahui bernomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis 28 Januari 2021.

Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

"Bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa, Laporan DPP KNPI di Mabes Polri telah diterima," kata Haris.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum KNPI Medya Riszha Lubis menerangkan bahwa laporan terhadap Abu Janda dilayangkan lantaran penggiat media sosial itu melakukan kebencian rasial terhadap Pigai awal bulan ini.

Dalam pernyataan di akun Twitter-nya, Abu Janda mempertanyakan "apakah Natalius Pigai sudah berevolusi"?

"Kapasitas Jenderal Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur Bais, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Filsafat Ilmu Intelijen, Berjasa di Berbagai Operasi militer. Kau Natalius Pigai apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belum kau?" tulis Abu Janda di Twitter-nya, 2 Januari lalu.

Abu Janda menyerang Pigai lantaran menyebut mantan Kepala BIN Hendropriyono sebagai `dedengkot tua`.

Pigai menanyakan kapasitas Hendropriyono yang memberi ancaman kepada eks anggota FPI.

"Orangtua mau tanya. Kapasitas bapak di negara ini sebagai apa ya, penasehat Presiden, pengamat? aktivis?. Biarkan diurus generasi abad ke-21 yang egaliter, humanis, demokrat. Kami tidak butuh hadirnya dedengkot tua. Sebabnya waktu ketua BIN dan Dubes yang bapak tawar saya tolak mentah-mentah. Maaf," tulis Pigai awal Januari.

Pernyataan "sudah selesai evolusi belum", menurut Medya, sangat tendensius dan mengarah kepada ujaran kebencian rasial.

Pernyataan itu, kata dia, secara tidak langsung menyerang bentuk fisik tidak hanya Pigai, melainkan juga masyarakat Papua yang seras dengan Pigai.

"Kata-kata evolusi menjadi garis bawah bagi kami untuk melaporkan akun @permariktivis1. Karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian," katanya di Jakarta, Kamis (28/1).

Meski cuitan Abu Janda sudah tidak terlihat lagi, tetapi tangkapan layar sudah menyebar di media sosial.

"Kami sudah dapatkan screen capture-nya dan itu sudah diterima sebagai bukti awal," ungkap Medya.

Sementara itu, Abu Janda dalam pernyataannya menegaskan akan melaporkan balik KNPI ke Polisi.

"Iya lihat saja kalau dia (Haris Pertama) main lapor-laporan, saya laporkan balik. Jangan samakan saya dengan Ambroncius Nababan, yang bang," katanya, Rabu (27/1).

Menanggapi ancaman Abu Janda, Haris pun menegaskan tidak akan takut ditangkap karena ia merasa berada di jalur yang benar untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan masyarakat.

"Jika memang saya harus di tangkap karena melawan orang rasis dan pemecah belah persatuan seperti ini maka saya ikhlas. Tapi saya dan seluruh rakyat Indonesia masih yakin Polri akan menegakkan hukum yang adil dan menjaga persatuan di Indonesia," ungkap Haris.*

Tag:

comments